Dua Hati tertaut di Hargowilis (Bagian 5)

Malam harinya Adinata benar-benar memenuhi janjinya. Salahsatu syarat untuk belajar ilmu getar bumi adalah telah menguasai dengan baik meskipun belum sempurna jurus kepalan geledek ataupun jurus tendangan halilintar. Jurus getar bumi sendiri merupakan gabungan dari jurus kepalan geledek dan tendangan halilintar yang telah dirangkai menjadi satu menjadi jurus yang dashyat. Karena Ambarwati telah menguasai jurus tendangan halilintar maka ia dapat langsung belajar jurus getar bumi. Namun untuk senopati puspanidra dan gembul, mereka harus mempelajari dasar-dasar ilmu kepalan geledek dan tendangan halilintar terlebih dahulu.

Ambarwati dapat dengan cepat belajar jurus getar bumi. Ia ternyata perempuan yang cerdas. Ia dapat melahap semua materi yang diberikan oleh Adinata dengan cepatnya. Senopati Puspanidra pun tidak kalah hebatnya. Karena sebelumnya ia memang telah menguasai ilmu kanuragan tingkat tinggi maka ia dapat dengan mudah menguasai dasar-dasar jurus kepalan geledek dan tendangan halilintar  dalam waktu singkat.

Beda lagi dengan gembul, ia belajar dasar-dasar jurus kepalan geledek dan tendangan halilintar dengan tertatih-tatih. Namun dengan semangat belajar yang tinggi perlahan-lahan namun pasti ia dapat menguasai dasar-dasar ilmu kepalan geledek dan tendangan halilintar dengan baik.

Hampir tiga bulan telah berlalu. Ambarwati telah menguasai sebagian dari jurus getar bumi dengan sempurna. Begitupun Puspanidra. Namun berbeda dengan gembul, ia belum bisa belajar jurus getar bumi karena ia belum menguasai dasar-dasar jurus kepalan geledek dan tendangan halilintar dengan sempurna. Namun gembul yang dulu bukanlah gembul yang sekarang. Ia sekarang tampak gagah dengan badan yang kekar meskipun masih sedikit kegemukan. Nyi Lastripun jadi terpana melihatnya. Sering Ambarwati melihat pengasuhnya itu mencuri-curi pandang pada paman gembul yang sedang berlatih silat.

Bersambung


0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com