Postingan

Sang Penerus (Bagian 8)

"Hmm, Ki Jangkung guru Gardapati" Ki Satya bergumam sendiri. Ki Satya segera menghampiri Adinata. "Kamu tidak apa-apa nak, apakah ada yang sakit?" tanya Ki Satya khawatir dengan keselamatan muridnya. "Tidak apa-apa guru, saya baik-baik saja, cuma butuh istirahat saja" jawab Adinata. "Oh, syukurlah, mari kita masuk ke dalam padepokan, tadi Ni Satya sudah membuat nasi goreng dan wedang jahe anget kesukaanmu" ajak Ki Satya. "Mari semuanya masuk kedalam untuk makan siang bersama" ajak Ki Satya ke semua murid dipadepokan lereng merapi. "Adinata memang sangat hebat, ia mampu mengalahkan ki gardapati" terdengar bisik-bisik kekaguman dari murid-murid di padepokan lereng merapi. Ki Satya yang mendengar bisik-bisik tersebut menjadi semakin bangga dengan murid kesayangannya itu.
Setelah mengalami peristiwa yang menegangkan, ternyata seluruh warga padepokan lereng merapi menjadi sangat lapar. Mereka makan dan minum sepuasnya sambil bercer…

Sang Penerus (Bagian 7)

"Sudah, jangan terlalu banyak bacot bocah tengik, terima seranganku" kata Ki Gardapati dengan penuh kemarahan. "Silahkan tuan, saya sudah siap" jawab Adinata dengan penuh percaya diri. Ki Gardapati langsung menyerang Adinata dengan ganasnya. Namun tanpa disadari, ilmu silat adinata sudah jauh melampaui gurunya, Ki Satya. Maka dengan mudahnya adinata menghindari setiap serangan dari Ki Gardapati. 
Adinatapun melawan Ki Gardapati dengan jurusnya Getar Bumi. Jurus getar bumi merupakan perpaduan dari jurus silat tapak geledek dan tendangan halilintar. Setelah berulangkali menghindar dari serangan lawannya, Adinatapun mulai beralih menyerang dengan jurus barunya getar bumi. Dengan kelincahannya ia menyerang lawan dan menghindari setiap serangan lawan dengan cepat. 
Beberapa kali serangan adinata telah mengenai lawannya. Namun karena ia masih menggunakan sedikit kekuatannya, maka setiap serangannya tidak sampai membuat luka dalam. Ki Gardapati kemarahannya sudah sampai ubu…

Sang Penerus (Bagian 6 )

Adinata berjalan dengan riang menuju ke padepokan lereng merapi. Namun diperjalanan ia menemukan hal yang aneh. Ada banyak tapak kaki kuda yang menuju ke arah padepokannya. Menyadari hal itu, ia segera berlari dengan cepat menuju ke arah padepokan. Ia khawatir sesuatu yang buruk terjadi di padepokan.
Di Padepokan sendiri sedang terjadi pertempuran yang dashyat. Ki Satya dan murid-muridnya sedang berjuang mati-matian antara hidup dan mati bertarung dengan Ki Gardapati dan anak buahnya. Bhadrika, Nismara, Wilalung dan Indraswari masing-masing telah dikeroyok oleh anak buah Ki Gardapati sedangkan Ki Satya sendiri yang menghadapi pemimpin gerombolan tersebut.
"Ki Satya, mana muridmu Adinata, aku ingin menghajarnya karena telah mempermalukanku di tebing breksi". Rupanya Ki Gardapati memiliki dendam tersendiri terhadap Adinata. "Ia sedang tidak ada di padepokan, lawan saja aku" jawab Ki Satya. "Kurang ajar, dimana kamu sembunyikan muridmu itu he" teriak Ki Gardap…

Sang Penerus (Bagian 5 )

Keesokan harinya ia kembali ke tepi hutan. Lagi-lagi Si Loreng mengajaknya masuk ke dalam hutan menuju ke gua. Dan anehnya di dinding goa, sudah ada tambahan 10 gambar yang merupakan satu rangkain jurus silat lanjutan. Adinatapun langsung mempraktikan semua jurus yang ada dalam gambar didinding goa tersebut. Dan ketika ia tertidur karena kelelahan, lagi-lagi ketika bangun ia sudah ada di kamarnya. Sudah hampir sebulan Adinata mempelajari gambar-demi gambar yang ada pada dinding goa tersebut. Dan entah kenapa, ketika ia memainkan seluruh rangkaian dari jurus silat tersebut, bumi serasa bergetar, meskipun masih lemah.
Sebulan kemudian, ketika Adinata kembali ke goa tersebut, ternyata gambar di dinding goa telah bersih dan berganti dengan gambar yang baru. Hari demi hari Adinata mempelajari setiap gerak yang ada pada jurus yang belum diketahui namanya tersebut, dan setiap ia berlatih dan memainkan jurus tersebut, getaran yang terjadi semakin terasa. Tidak terasa sudah hampir sebulan ia me…

Sang Penerus (Bagian 4 )

Tidak berapa lama kemudian Si Loreng menarik-narik baju Adinata menuju ke dalam hutan. "Mau kamu ajak aku kemana Loreng?" tanya Adinata. Si Loreng melepaskan tarikan baju Adinata dan terus masuk ke dalam hutan sambil sesekali menoleh ke arah Adinata seolah-olah mengajaknya untuk mengikutinya. Adinatapun paham dengan maksud Si Loreng dan terus mengikutinya hingga masuk jauh ke dalam hutan Merapi. Setelah hampir lima jam berjalan masuk ke dalam hutan sampailah Si Loreng dan Adinata ke sebuah gua dan masuk kedalamnya. Namun ada yang aneh, di tebing goa itu seolah-olah ada gambar jurus silat yang belum dikenalnya. Si Lorengpun memperagakan dirinya seolah-olah sedang bergerak mengikuti jurus demi jurus yang ada pada gambar di tebing tersebut.
Adinatapun tertarik dengan jurus-jurus silat yang ada pada gambar tersebut. Jurus-jurus tersebut seolah-olah rumit namun dengan latar belakang Adinata yang telah menguasai puncak dari ilmu Telapak Geledek, ia dapat mengikuti setiap tahapan da…

Sang Penerus (Bagian 3 )

"Lalu kepada siapakah ananda harus belajar ilmu itu guru, sedangkan Eyang Jagratara tidak diketahui keberadaaanya sekarang?" tanya Adinata. "Hal itulah yang juga menjadi pertanyaanku, namun sewaktu Angger bertarung dengan Ki Gardapati, kakek lihat kamu sudah menggunakan dasar-dasar dari jurus getar bumi, mungkin itu bisa menjadi petunjuk untuk kamu" jawab Ki Satya. "Ngger, bolehkah kakek bertanya, apakah selama ini kamu berlatih dengan seseorang" tanya Ki Satya penuh selidik. "Iya guru, ananda memang berlatih, namun dengan sepasang harimau merapi dan anaknya yang aku beri nama Si Loreng di pinggir hutan merapi" jawab Adinata panjang lebar. "Oh, pantas tidak salah lagi, sepasang harimau itu adalah hewan kesayangan Eyang Jagratara, dan semoga saja beliau masih hidup, kamu beruntung sekali muridku" kata Ki Satya gembira sekali.
Suatu Sore, Adinata berjalan-jalan ke tepi hutan merapi. Ia kangen sekali dengan si Loreng yang sudah lama diting…

Sang Penerus (Bagian 2 )

"Lalu siapa sajakah yang telah menguasai jurus getar bumi itu guru?" tanya Adinata. "Setahuku, baru Eyang Jagratara yang menguasai jurus itu, karena untuk menguasai jurus itu ada persyaratan khusus" jawab ki Satya. "Apakah persyaratan khusus itu guru?" tanya Indraswari turut penasaran dengan cerita gurunya. Untuk belajar sendiri syaratnya harus menguasai paling tidak jurus tertinggi dari telapak geledek atau tendangan halilintar. Atau dapat juga dipelajari berpasangan dengan syarat salahsatunya telah menguasai sebagian besar dari jurus getar bumi dan satunya paling tidak telah menguasai sebagian besar dari jurus tapak geledek ataupun jurus tendangan halilintar" jawab Ki Satya panjang lebar. "Lalu siapakah menurut guru diantara kami berlima yang dapat menguasai jurus tersebut guru" tanya Nismara. Ki Satya mengarahkan pandangannya ke Adinata. "Ngger, menurutku kamulah orang yang paling tepat untuk mempelajari ilmu tersebut, karena kamu t…