Ticker

6/recent/ticker-posts

Amarah Harimau Muda Merapi (Bagian 1)

 


Akhirnya malam bulan purnamapun tiba sebagai pertanda akan dimulainya pertandingan silat antara perguruan silat harimau merapi dengan para pendekar harimau dari gunung Kerinci. Para tamu undanganpun sudah hadir. Tamu dari pihak perguruan silat lereng merapi diantaranya Ki Adanu beserta para muridnya dari perguruan tebing Breksi, Ki Gede Aryaguna dari dusun Hargowilis orangtua dari Ambarwati, Ki Bangor dari pantai watu kodok orangtua dari Maheswari, Tumenggung Sadawira dan senopati Puspanidra dari kerajaan Mataram, serta Kakek Darma dan Nini Wilis dari Gunung Api Purba Nglanggeran. Sedangkan tamu dari pihak pendekar harimau Kerinci ada Datuk Rajo Awan selalu pemimpin perguruan, Datuk Dubalang Mudo sebagai murid utama perguruan pendekar harimau dari kerinci beserta para murid perguruan pendekar harimau Kerinci. Terdapat pula sepasang pendekar muda yang jika dilihat dari pakaiannya berasal dari daerah timur pulau jawa. Namun yang paling mengejutkan dibarisan tempat duduk pendekar harimau dari Kerinci terdapat seorang pendekar yang sudah tidak asing lagi bagi Adinata yaitu Ki Jangkung dan seorang lagi kakek tua berbaju hitam. Adapun sebagai tuan rumah adalah Ki Satya selaku kakek guru dari perguruan silat lereng merapi dan juga Adinata sebagai calon pemimpin perguruan silat lereng merapi. 

"Kakek guru, siapakah sepasang pendekar muda yang duduk di samping Datuk Dubalang Mudo itu?" tanya Adinata kepada Ki Satya. "Aku dengar kabar, mereka berdua adalah Pancaka dan adik seperguruannya yang bernama Hapsari. Mereka berdua terkenal sebagai pendekar muda dari lereng gunung Wilis." jawab Ki Satya. "Oh begitu ceritanya kakek guru, lalu siapakah guru dari Pancaka dan Hapsari ini?" tanya Adinata lagi. "Maaf  Ngger, terus terang kakek belum tahu" jawab Ki Satya pendek. "Tidak apa-apa kakek guru, terimakasih atas informasi yang kakek guru berikan" jawab Adinata.


Posting Komentar

0 Komentar