AUMAN HARIMAU MUDA (BAGIAN 3)

"Adinata, kamu maju, lawan dua adikmu Bhadrika dan Nismara" perintah Ki Satya. "Baik guru" jawab Adinata. Adinata yang telah menguasai tingkat ketujuh dari jurus kepalan geledek ditunjuk untuk berlatih tanding dengan dua adik seperguruannya, Bhadrika dan Nismara yang menguasai tingkat kelima dari jurus kepalan geledek. "Bersiaplah Kakang Adinata" kata Bhadrika dan Nismara serempak. "Baiklah Adi, kalian jangan sungkan-sungkan, keluarkan semua ilmu yang kalian miliki" jawab Adinata kepada dua adik seperguruannya itu. Ketiganya segera bersiap di halaman padepokan untuk berlatih tanding dengan disaksikan langsung oleh Ki Satya. Bhadrika dan Nismara dengan lincahnya langsung menyerang Adinata. Pukulan dan tendangan dari Bhadrika dan Nismara datang silih berganti dengan kecepatan yang mengagumkan menggulung Adinata. Namun Adinata, yang merupakan murid pertama dari Ki Satya meladeni serangan dari adik-adik seperguruannya dengan tenang. Ia bergerak dengan lincah dan seolah menari-nari menghindari serangan bertubi-tubi dari Bhadrika dan Nismara. Beberapa kali terjadi benturan antara Adinata dan dua adik seperguruannya namun karena Adinata belum menggunakan tenaga sepenuhnya maka benturan-benturan itu masih terasa berimbang. Setelah sekian lama bertarung Bhadrika dan Nismara mulai tidak sabar. Segera mereka bersiap mengeluarkan jurus andalan mereka Kepalan Geledek. "Bersiaplah Kakang" Bhadrika memperingatkan Adinata. Bhdarika dan Nismara langsung menyerang dengan Adinata dengan jurus kepalan geledek. Meskipun baru mencapai tingkatan kelima, namun gabungan serangan dari keduannya cukup merepotkan Adinata. Namun dengan penuh ketenangan Adinata berusaha menghindari benturan kekuatan diantara mereka. Gerakannya masih saja lincah menari-nari diantara gulungan serangan adik seperguruannya itu. Namun melawan dua orang yang mempunyai tingkatan ilmu yang hampir sama lama-kelamaan Adinata kelelahan juga. Pukulan dan tendangan dari Bhadrika dan Nismara sedikit-sedikit mulai mengenai tubuh Adinata hingga menyebabkan badannya sedikit lebam. Menyadari hal itu Adinata terpaksa membalas serangan dari kedua adik seperguruannya. Dengan jurus kepalan geledek tingkat ketujuh, ia mulai balas menyerang. Benturan diantara mereka bertiga mulai sering terjadi. Bhadrika dan Nismara mulai kerepotan juga setelah Adinata menggunakan ilmu tertinggi yang dikuasainya. Pukulan dan tendangan dari Adinata mulai mendarat di badan mereka dan menimbulkan rasa sakit dan menimbulkan lebam di badan. Jika diteruskan, pertandingan ini akan menyebabkan luka dalam yang serius bagi mereka bertiga. "Berhenti, sudah cukup latih tanding kalian" menyadari hal ini Ki Satya langsung menghentikan adu olah kanuragan diantara mereka bertiga.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com