AUMAN HARIMAU MUDA (BAGIAN 4)

"Selanjutnya Wilalung dan Indraswari, tunjukan kemampuan kalian kepadaku" ujar Ki Satya. "Baik Guru" jawab keduanya serempak. Indraswari menguasai jurus Kepala Geledek setingkat lebih tinggi dari Wilalung. Indraswari telah menguasai jurus Kepalan Geledek tingkat ke empat sedangkan Wilalung menguasai jurus Kepalan Geledek tingkat 3. Namun meskipun menguasai tingkatan jurus yang lebih rendah Wilalung tidak bisa diremehken karena badannya yang tinggi besar sesuai dengan namanya. Keduanya segera mempersiapkan diri. "Bersiaplah Kakang, aku tidak segan-segan menyerangmu" kata Indraswari. "Silahkan Nimas, Kakang sudah siap" jawab Wilalung. Inraswari segera menyerang Wilalung dengan cekatan. Tendangan dan pukulan kepalan tangan datang silih berganti menyambar-nyambar di sekitar Wilalung. Namun dengan badannya yang tinggi besar dan tenaganya yang kuat, Wilalung menangkis setiap serangan dari Indraswari. Setiap benturan yang terjadi membuat tangan dan kaki Indraswari terasa sakit karena serasa membentur batu karang yang kokoh. Menyadari hal itu Iapun berusaha menghindari setiap benturan tenaga dengan Wilalung, Ia lebih banyak mengandalkan kecepatan tubuhnya dan kelincahannya dalam menyerang dan menghindari. Sesekali pukulan dan tendangannya mengenai tubuh Wilalung. Menyadari hal ini Wilalung lama kelamaan mulai agak panas hatinya dan mulailah Ia membalas serangan dari Indraswari. Dengan sekuat tenaga ia menyerang Indraswari dengan mengandalkan kekuatan pukulan tangan dan tendangan kakinya. Meskipun lambat, namun jelas-jelas serangannya sangat berbahaya. Meleng sedikit saja Indraswari bisa terluka dalam jika terkena pukulannya. Perlahan-lahan Wilalung bisa mengimbangi Indraswari dan jual beli pukulan serta tendangan mulai membuat mereka berdua luka-luka dan lebam di badan. Menyadari hal itu Ki Satya segera menghentikan latih tanding itu. "Cukup, berhenti" Teriak Ki Satya. "Baik Guru" jawab Indraswari dan Wilalung hampir bersamaan.

Bersambung 

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com