Pertarungan (Bagian 8)

Dengan tangkasnya paman gembul menghindari setiap serangan dari Madhupa. Di saat yang sama ia balik menyerang Madhupa dengan jurus kepalan geledek ataupun tendangan halilintar yang dimilikinya. Meskipun masih terhitung pemula dalam menggunalan ilmu silat, akan tetapi kemampuan paman gembul sampai sejauh ini bisa dikatakan sangat mengagumkan. Perlahan tapi pasti paman gembul dapat mendesak Madhupa hingga terus mundur ke belakang. Menyadari hal ini Madhupa menjadi uring-uringan. Mulutnya mengeluarkan sumpah serapah. "Dasar manusia tak berguna, aku habisi kau" teriaknya sambil mengayun-ayunkan golok besarnya. "Buktikan saja, jangan terlalu banyak cingcong kamu" jawab paman gembul sambil sengaja membuat marah lawannya.

Kembali ke pertarungan Adinata, karena khawatir dengan keselamatan Ambarwati dan juga para pemuda desa Kalibiru ia ingin segera menyelesaikan pertarungan di tanah lapang tepi dusun itu. Ia meloncat mundur dari pertarungan kemudian memusatkan tenaga. Kemudian tanpa diduga, ia telah berteriak dengan keras dan mengeluarkan salah satu ilmu yang dikuasainya tanpa sengaja "Auman Harimau". Ia mengaum dengan sangat keras sehingga membuat telinga semua orang yang mendengarnya menjadi kesakitan luar biasa. Untunglah sebelumnya ia telah memberi pesan kepada seluruh prajurit mataram dan pemuda kalibiru untuk menyiapkan kapas penutup telinga.

Menyadari Adinata telah mengeluarkan jurus auman harimau, para pemuda kalibiru dan para prajurit mataram segera menutup telinganya dengan kapas yang telah disiapkan. Sehingga telinga mereka tidak terlalu sakit mendengar suara auman harimau dari Adinata. Namun berbeda dengan gerombolan para pemberontak, telinga mereka sangat kesakitan dan mulai mengeluarkan darah segar. "Serang" tiba-tiba Senopati Puspanidra berteriak memberi aba-aba, para prajurit dan pemuda kalibirupun sontak tersadar dan langsung menyerang gerombolan para pemberontak yang sedang lemah dan tidak mampu berkonsentrasi akibat suara auman harimau Adinata. Para pemuda kalibiru dan prajurit mataram dengan mudahnya menangkap atau bahkan membunuh gerombolan pemberontak yang melawan.

Namun tiba-tiba suara auman harimau itu berganti teriakan kesakitan yang luar biasa dari Adinata yang kemudian terjatuh tertelungkup. Rupanya ketika ketika ia sedang memusatkan kekuatannya untuk mengeluarkan jurus auman harimau, Ki Jangkung dengan liciknya telah menyerangnya menggunakan jarum beracun. Akibatnya sungguh di luar dugaan. Tubuh Adinata menjadi kaku dan membiru. "Kakang Adinata" teriak Ambarwati cemas luar biasa melihat kekasih hatinya jatuh tertelungkup dan badan yang kakju serta membiru. Mata Adinatapun terpejam karena rasa sakit luar biasa yang dirasakannya.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com