Pertarungan (Bagian 7)

Pertarunganpun segera dimulai. Ki Jangkung dengan ganasnya langsung menyerang Adinata. Namun dengan kelincahannya Adinata berhasil menghindar dari setiap serangan yang dilancarkan lawannya. Apalagi Adinata selain mempunyai kelincahan karena seringnya berlatih dengan Si Loreng temannya juga karena ia sekarang telah menguasai ilmu ringan tubuh yang diajarkan oleh Ki Gede Aryaguna. Senopati Puspanidra yang bertarung melawan Ki Gardapati juga tidak kalah menakutkan sekaligus mengagumkan. Ki Gardapati yang menyerang Senopati Puspanidra dengan ganasnya namun Senopati Puspanidra dengan lincahnya dapat menghindari setiap serangan lawanya. 

Di sisi lain, nampak Ambarwati sedang bertarung dengan Ki Saraga. "Menyerahlah anak manis, ikutlah denganku, kita akan bersenang-senang di Nusakambangan" berkata Ki Saraga si otak mesum dan mata keranjang. Pantas saja gelarnya Si Pemetik Bunga dari Nusakambangan. "Cuih, jangan banyak bicara kau Ki Saraga, akan aku kirim kamu ke neraka" berkata Ambarwati marah atas rayuan Ki Saraga. Ki Saraga langsung menyerang dengan senjata andalanya rantai panjang yang ujungnya terdapat mata kampak yang sangat tajam. Ki Saraga memutar-mutar senjatanya dengan cepat dan sesekali seperti mematuk dengan derasnya menuju badan Ambarwati. 

Untuk mengimbangi senjata dari Ki Saraga, Ambarwatipun mengeluarkan senjata pusaka andalannya tombak pendek dari kayu sonokeling yang ujungnya terdapat mata pisau yang sangat tajam, sama dengan yang dimiliki Ki Adanu gurunya. Akibatnya sungguh dahsyat, dua senjata sering beradu diudara dan perlahan-lahan keduanyapun mulai terluka terkena senjata andalan lawannya masing-masing. Adinata yang melihat Ambarwati mulai terluka menjadi khawatir. Ia berteriak meminta bantuan. "Ki Gede, tolong bantu Nimas Ambarwati". Ki Gede Aryaguna yang melihat putri kesayangannya terluka akibat senjata yang dimiliki Ki Saraga meskipun hanya goresan tipis menjadi khawatir juga. Ia segera ikut menyerang Ki Saraga. 

Ki Saraga yang mendapat serangan dari Ki Gede Aryaguna menjadi gusar. "Majulah kau tua bangka, temani anakmu ke neraka" teriak Ki Saraga. Ki Gede Aryaguna, meskipun dengan tangan kosong telah memecah konsentrasi Ki Saraga. Dengan ilmu ringan tubuh yang dimilikinya, Ki Gede Aryaguna meskipun usianya sudah tua dapat dengan lincah menyerang dan menghindar dari setiap serangan Ki Saraga.

Tak jauh dari Ambarwati dan Ki Gede Aryaguna bertarung melawan ki Saraga, nampak paman gembul bertarung melawan Madhupa, murid ki Gardapati. Madhupa menyerang dengan golok besarnya namun paman gembul dengan tenangnya melawan Madhupa dengan tangan kosong. Namun jangan salah sangka, paman gembul sekarang bukanlah pemuda dusun biasa, ia telah menerima gembelngan ilmu dari Adinata. Sedikit banyak ia telah menguasai jurus telapak geledek dan tendangan halilintar.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com