Menerima Tantangan (Bagian 1)

Adinata dan paman gembul berjalan dengan santai saat kembali ke nglanggeran. Setelah kira-kira setengah hari sampailah mereka berdua di bukit nglanggeran. Namun betapa terkejutnya mereka berdua, rumah sederhana kakek darma sibocah sakti sudah hancur berantakan rata dengan tanah. Terdapat juga sisa-sisa bekas pertarungan yang dahsyat. Pohon-pohon seperti terbakar. Sepertinya kakek darma sempat menggunakan jurus sengatan listrik gunung api purba untuk menghadapi lawan. Terdapat bekas jejak kaki yang banyak sekali sepertinya yang datang adalah satu gerombolan. Adinata khawatir sekali dengan kakek darma, ia segera membersihkan sisa-sisa reruntuhan rumah untuk mencari petunjuk. Setelah sekian lama mencari, ia menemukan buku panduan jurus sengatan listrik gunung api purba. 

Adinata segera memeriksa sekeliling rumah kakek darma, Di sebuah pohon besar di depan rumah, ia menemukan secarik kertas yang sengaja ditempelkan untuk memberi pesan. Adinata segera membaca pesan tersebut.

Adinata

Jika kamu ingin calon istrimu ambarwati selamat, kamu harus melawanku dengan jurus sengatan listrik gunung api purba. Oh ya, si bocah bengek dan istrinya turut aku bawa serta. Temui aku di pantai watu kodok saat malam bulan purnama.

Persiapkan dirimu, jangan buat aku kecewa.

Ki Bangor

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com