Menerima Tantangan (Bagian 8)

Pagi harinya, sampailah adinata dan paman gembul di pantai watu kodok gunungkidul. Pantai Watu Kodok memiliki pasir putih dan air laut yang berwarna biru yang sangat indah. Di pantai ini terdapat beberapa batu karang yang terjal, batu tersebut menjadi daya tarik para pengunjung dan keunikan bagi pantai itu sendiri. Sesuai dengan namanya, Pantai Watu Kodok artinya Batu Kodok. Salah satu bongkahan karang besar di pantai ini ada yang menyerupai kodok. Inilah alasan mengapa penduduk sekitar menyebut pantai ini dengan nama Pantai Watu Kodok. Dengan deretan bebatuan karang terjal dengan hamparan Pasir bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk Pantai ini. 

Pantai watu kodok hari ini sangat ramai. Banyak orang berdatangan untuk melihat pertarungan antara ki bangor melawan murid dari ki wisesa. Banyak juga yang ingin melihat ataupun ikut serta dalam sayembara memilih calon suami buat putri ki bangor yang sangat terkenal akan kecantikannya. Melihat ramainya pengunjung, penduduk sekitar pantai banyak yang berjualan makanan yang menggugah selera seperti kacang rebus, jagung rebus, sate kambing, tongseng ayam, nasi gudek sambel, sayur kerecek, berbagai jenis olahan dari ikan,  dan masih banyak lagi. Adapun minuman yang banyak dijual adalah kelapa muda yang masih segar habis dipetik dari pohon.

"Den nata, kita sarapan dulu ya den sambil menikmati pemandangan yang indah" kata paman gembul merayu adinata. "Ah, paman yang dipikirkan hanya makan saja, tetapi ayolah, kebetulan aku juga lapar belum sarapan" jawab adinata. "Nah, begitu kan enak den" kata paman gembul sambil tersenyum. Keduanya segera memesan makanan dan minuman dan sarapan pagi di tepi pantai.

"Mbok, kalau boleh tahu, sebenarnya Ki Bangor itu siapa sih?" tanya adinata kepada mbok penjual makanan. "Ki Bangor itu pendekar yang sangat ditakuti didaerah sini nak orangnya keras dan mudah marah, dan anak buahnya banyak. Tapi setahu simbok beliau orang baik karena sering memberi bantuan kepada penduduk sekitar pantai yang sedang kekurangan" jawab simbok penjual makanan. "Oh, begitu ya mbok, kalau putri kibangor itu konon katanya sangat cantik ya, siapakah namanya?" tanya adinata lagi. "Namanya Maheswari den, ia memang cantik sekali dan baik hatinya, ia sering sarapan kesini kok den" jawab simbok penjual makanan. "Apakah aden mau mengikuti sayembara, sepertinya aden seorang pendekar berilmu tinggi?" tanya simbok penjual makanan. "Ah, tidak kok mbok, saya cuma penasaran saja" kata adinata.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com