Sayembara mencari jodoh (Bagian 2)

"Den nata, mohon maaf sebelumnya, bolehkah paman memberi sedikit nasihat?" tanya paman gembul. "Ada apa paman, sampaikan saja, aku tidak akan marah" jawab Adinata. "Saya mohon den nata tidak melupakan den ayu ambarwati ya" kata paman gembul sedikit takut. "Tidaklah paman, aku tentu tidak akan melupakan nimas ambarwati, tapi kan kita tidak bisa membatasi pergaulan, biarlah semuanya mengalir dengan sewajarnya" jawab adinata mengerti maksud dari nasihat paman gembul. "Baik den nata, saya yakin aden memang orang yang bijaksana" kata paman gembul puas dengan jawaban adinata.

Malam harinya sayembara mencari jodoh dimulai. Siapa yang dapat mengalahkan maheswari berkesempatan menjadi jodohnya. "Den Nata, kita lihat sayembara yuk, tapi aden jangan ikut ya, kasihan ambarwati" ajak paman gembul. "Ya paman, mari kita melihat sayembara itu" jawab adinata. Sayembara dilaksanakan di halaman rumah ki bangor. Karena ki bangor merupakan orang terkaya di pantai watu kodok maka halamannya sangat luas. Tempat pertandingan sengaja tidak di diadakan dipanggung agar para pendekar lebih leluasa mengeluarkan ilmunya.

Maheswari dan para pendekar yang akan mengikuti sayembara telah bersiap-siap untuk memulai pertandingan. Maheswari menengok kekiri dan kekanan mencari adinata. Entah kenapa maheswari ingin adinata melihat pertandingan tersebut. Dengan ekor matanya ia mencari-cari. Dan akhirnya ia melihat adinata bersama paman gembul meskipun keduanya melihat dari kejauhan.

Di teras rumah, nampak ki bangor duduk dengan ditemani para tamunya melihat sayembara mencari jodoh tersebut. Ia memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk segera memulai pertandingan. Adinata dan paman gembulpun melihat ke teras rumah. "Paman gembul, apakah orang itu adalah ki bangor?" tanya adinata. "Kemungkinan besar ia den nata" jawab paman gembul. "Lalu dimana ya kakek darma, nini wilis serta nimas ambarwati, semoga saja mereka semuanya baik-baik saja" kata adinata pada paman gembul. "Semoga saja den nata, kita doakan yang terbaik" jawab paman gembul.

Bersambung



0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com