Bertarung dengan pendekar Andalas (Bagian 1)

Setelah semuanya aman terkendali, Ki Satya beserta seluruh warga padepokan lereng merapi berpamitan kepada Ki Paramudya dan Nini Darminah. Mereka segera kembali ke padepokan lereng merapi. "Ngger Adinata, kamu apakah mau tinggal disini atau langsung ikut kami ke padepokan?" tanya Ki Satya. "Ananda ingin bermalam dulu beberapa hari disini, rasa kangenku pada bopo dan biyung belum terobati" jawab Adinata dengan sopan dan hormat. "Tidak apa-apa kalau begitu, jaga diri kalian baik-baik" balas Ki Satya. "Ki, saya mewakili seluruh warga padepokan lereng merapi sekali lagi mohon pamit, terimakasih sekali selama ini sudah bersedia menampung kami, mohon maaf jika selama ini kami ada kesalahan baik tutur kata ataupun perbuatan baik yang disengaja ataupun tidak" pamit Ki Satya. "Sama-sama guru, kami seluruh warga padukuhan sambi sangat senang menyambut kalian, semoga lain kali kita dapat berjumpa lagi dalam keadaan yang lebih baik, kami juga mohon maaf jika dalam kami menerima warga padepokan lereng merapi jauh dari kata sempurna" balas Ki Paramudya. Tidak berapa lama kemudian warga padepokan lereng merapi segera berbondong-bondong kembali menuju lereng merapi.

Setelah melepas kepergian Ki Satya, Ki Paramudya berkata kepada Adinata. "Nak, kami ingin kamu menjelaskan dengan gamblang, kenapa sekarang kamu membawa dua gadis cantik ini bersamamu" tanya Ki Paramudya. Adinata menarik napas yang dalam. Kemudian setelah ia menata hatinya ia menjelaskan secara terperinci awal perkenalannya dengan Ambarwati dan Maheswari hingga mereka berdua menjadi calon istrinya. "Oh, begitu ceritanya, bopo dan biyungmu bisa menerima penjelasanmu" berkata Ki Paramudya.

Tiba-tiba ia langsung bertanya kepada Ambarwati. "Nak, dalam waktu dekat kami akan menemui kedua orangtuamu untuk melamarmu secara resmi, apakah kamu tidak berkeberatan dan sudah mantap dengan putra kami?" tanya Ki Paramudya meyakinkan. "Saya tidak berkeberatan Bopo, justru kami sekeluarga akan menyambutnya dengan riang gembira" jawab Ambarwati. "Baguslah kalau begitu" jawab Ki Paramudya. 

"Nak Maheswari, kamu tidak keberatan kan, kami melamar nimas Ambarwati terlebih dahulu?" tanya Ki Paramudya kepada Maheswari. "Saya tidak berkeberatan Bopo, justru saya sangat gembira dan bahagia, Mbakyu Ambarwati akan segera bersatu dengan kakang Adinata di pelaminan" jawab Maheswari dengan mimik muka gembira. Sama sekali tidak ada raut kesedihan diwajahnya. "Baguslah kalau begitu, kami akan segera mencari waktu yang baik untuk melamar ke Hargowilis" kata Ki Paramudya. "Sekarang kalian semua beristirahatlah" kata Ki Paramudya. "Terimakasih Bopo" ketiganya menyahut dengan serentak.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com