Semburat Merah Jingga Di Kalibiru (Bagian 3)

Hari berikutnya, pagi-pagi sekali Adinata pamit kepada gurunya Ki Satya. "Mohon pamit guru, doakan agar saya dapat menjalankan tugas dengan lancar tanpa kurang suatu apapun dan selalu sehat walafiat". "Doaku selalu menyertaimu Ngger Adinata, semoga kamu dapat menjalankan tugas dengan lancar, tak kurang suatu apapun dan selalu sehat selamat sampai tujuanmu tercapai, Aamiin" doa Ki Satya untuk Adinata. Adinatapun kemudian berangkat menuju Kalibiru dengan membawa bekal seadanya. Kebetulan Ni Satya telah membuatkan bekal nasi megono lauk tempe mendoan kegemaran Adinata.

Adinata berjalan kaki dengan riang gembira. Ada rasa senang dihatinya karena dapat untuk sementara keluar dari rutinitas seperti yang dijalaninya di padepokan. Ia merasa seolah seperti burung yang terbang bebas. Setelah lelah berjalan, ia beristirahat di bawah pohon beringin yang rimbun sambil menikmati bekal yang dibawanya. Baru beberapa suap ia makan, tiba-tiba ia mendengar suara orang berteriak minta tolong.

"Tolong-tolong, jangan ambil punyaku, kasihanilah aku" ratap seorang pemuda bertubuh gendut. "Jangan banyak cakap, mana harta bendamu, sini, serahkan padaku semuanya" jawab seorang perampok bertubuh kurus sambil menodongkan golok. "Atau kamu tidak sayang nyawamu, he" gertak perampok itu.

"Hentikan" teriak Adinata pada pemuda perampok itu. "He, kamu cari mati ya" teriak perampok itu marah. Ia tanpa basa-basi langsung menyerang Adinata dengan ganasnya. Perampok itu mengayun-ayunkan goloknya dengan terampil. Siapapun yang melihatnya pasti bergidik ngeri. Namun yang dihadapinya bukanlah pemuda sembarangan. Adinata dengan mudahnya menghindari setiap serangan perampok itu. Kemudian dengan gerakan yang sangat cepat, sekali pukul, perampok itu sudah terkapar pingsan. 

Pemuda bertubuh gendut yang dirampok itu terkagum-kagum dengan kehebatan ilmu silat Adinata. "Terimakasih Kisanak karena telah bersedia menolongku, kalau boleh tahu siapakah namamu" pemuda gendut itu berterimakasih sambil bertanya. "Namaku Adinata, aku murid dari padepokan lereng merapi, kamu siapa" tanya Adinata. "Perkenalkan nama saya Gembul. saya pemuda daerah sini" pemuda gendut itu memperkenalkan diri. Adinata tertawa tertahan mendengar nama Gembul, cocok dengan badanya yang gendut dan wajahnya yang kelihatan lucu.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com