Dua Hati tertaut di Hargowilis (Bagian 1)

Setelah selesai makan malam, acara dilanjutkan dengan berbincang-bincang santai. "Ambarwati, Bopo dan Biyung masih penasaran, bagaimana awal mula kamu dikeroyok oleh gerombolan penjahat itu? tanya Ki Gede Aryaguna, Bopo dari Ambarwati. "Begini Bopo, saya kan minta ijin kepada guru saya ki Adanu untuk menengok ke Hargowilis karena saya khawatir di sini sedang ada pemberontakan. Nah, ketika saya sudah akan sampai ke dusun Hargowilis ini tiba-tiba di tengah perjalanan saya dicegat oleh sekitar 10 orang penjahat dengan pemimpin grombolannya bernama Madhupa. Mereka mengeroyok saya dan mau melecehkan saya. Saya sudah melawan sekuat tenaga namun saya tetap kalah, karena disambing anggota gerombolan itu berilmu tinggi juga saya kalah jumlah dan kehabisan tenaga, saya sudah hampir putus asa dan untung saja kakang Adinata dan paman gembul segera datang menolong saya" jawab Ambarwati panjang lebar. "Oh, begitu ceritanya, sekali lagi saya atas nama orangtua dari Ambarwati menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas pertolongan Nak Adinata dan paman gembul terhadap anak saya" kata Ki Gede Aryaguna berterimakasih. "Ah, jangan sungkan begitu Ki Gede, setiap orang wajib tolong menolong" jawab Adinata dengan sopan. "Bagaimanapun kami tetap berterimakasih Nak" jawab ki Gede Aryaguna. "Oh ya, hari ini sudah malam, beristirahatlah kalian, perbincangannya kita lanjutkan besok karena hari sudah malam". "Ambarwati, tolong kamu antar Nak Adinata dan paman gembul ke kamarnya" perintah Ki Gede kepada Ambarwati. "Baik Bopo". "Mari Kakang, saya antar ke kamar" ajak Ambarwati. "Ehm Ehm, saya tidak diantar ini Nyi" goda Gembul. "Ah, paman bisa saja" kata Ambarwati tersenyum malu. Adinata hanya tersenyum saja melihat gembul menggoda Ambarwati.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com