Semburat Merah Jingga Di Kalibiru (Bagian 5)

Adinata dan Gembul berjalan dengan riang gembira. Gembul orangnya memang lucu sekali, Adinata dibuat tak berhenti tertawa dibuatnya. Jalanan tanah yang masih lengang dan pepohonan menghijau di kiri kanan jalan serta kicauan burung di pagi hari membuat keduanya bersemangat. Ada rasa damai dalam hati dan bersyukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa. Tidak terasa waktu telah beranjak siang. Keduanya mampir ke langgar untuk melaksanakan ibadah dan sekalian beristirahat sejenak. Kebetulan di dekat Langgar ada warung makan, keduanya segera menuju ke warung makan untuk sekedar mengisi perut.

Adinata memesan nasi megono dengan lauk mendoan dan ikan asin, sedangkan Gembul memesan nasi megono dengan lauk telur dadar dan peyek teri. Tidak lupa juga keduanya memesan minuman teh dengan gula kelapa. Keduanya makan dan minum dengan nikmat dan lahap sekali. Tidak berapa lama kemudian keduanya melanjutkan perjalanan.

Sore harinya keduanya telah memasuki batas wilayah Kalibiru yang termasuk wilayah pegunungan Menoreh. Sungguh indah pemandangan Pegunungan Menoreh sore itu, setelah satu harian berjalan, hawa dingin menyegarkan dipersembahkan kepada Adinata dan Gembul sebagai salam pembuka. Waktu paling tepat untuk datang ke Kalibiru adalah sore hari, saat matahari mulai ramah dan suasana menjadi syahdu. Di sini ada sebuah pohon pinus yang terletak di pinggir jurang, dari pohon inilah kita bisa bebas lepas memandang pesona pegunungan menoreh. Pada pohon pinus, oleh penduduk sekitar, tampaknya sengaja dibuatkan papan kayu untuk sekedar beristirahat dan menikmati keindahan alam.

Adinata dan Gembul menyempatkan diri untuk naik ke papan kayu lewat sebuah tangga kecil. Keduanya duduk beristirahat dan menikmati keindahan alam sembari makan dan minum bekal yang diberikan orangtua Gembul. Tak henti-hentinya keduanya mengagumi keindahan alam ciptaan Tuhan.

Matahari memang sangat bersahabat untuk wilayah pegunungan Menoreh ini. langit yang tadinya biru berubah menjadi oranye dengan semburat merah. Inilah lukisan alam yang sayang untuk dilewatkan. Menariknya lagi saat proses senja tenggelam ini. Biasanya kabut tipis akan turun sehingga, saat Adinata dan Gembul berada di Kalibiru rasa-rasanya seperti berada di negeri yang berbeda. Negeri di atas awan yang menghadirkan decak kagum tanpa henti.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com