Semburat Merah Jingga Di Kalibiru (Bagian 6)

 Hari ini sudah malam. Hawa dingin begitu terasa. Adinata dan Gembul merasa lapar. "Mbul, kita cari makan di warung yuk, sudah lapar ini" ajak Adinata kepada Gembul. "Siap Den Nata, kebetulan saya juga sudah sangat lapar" jawab Gembul. Keduanya berjalan kaki dipekatnya malam untuk sekedar mencari warung makan untuk menghilangkan lapar. Mereka berdua mau menuju ke dusun Hargowilis karena disana masih ada warung nasi yang buka meskipun di malam hari. Namun ditengah perjalanan dari kejauhan Adinata dan Gembul mendengar orang yang sedang berkelahi. Dari suaranya sepertinya ada seorang wanita yang dikeroyok oleh banyak laki-laki. "Mari kita tolong Den Nata, kasihan" ajak Gembul. "Ayo Mbul" jawab Adinata. lalu keduanya bergegas menuju arena perkelahian. Dari kejauhan tampak seorang gadis yang masih muda dikeroyok oleh kurang lebih sepuliuh orang laki-laki. Meskipun gadis itu mempunyai ilmu silat yang cukup tinggi namun karena lawannya banyak dan juga berkemampuan tinggi gadis itu kelihatan kelelahan. Sepertinya gerombolan itu seperti mempermainkannya karena gadis itu bajunya sudah robek-robek. "Ayolah cah ayu, bersenang-senanglah dengan kami, kamu tidak akan kami sakiti bahkan akan kami beri kenikmatan" goda anggota gerombolan yang badannya tinggi besar. Rupanya dia pemimpin dari gerombolan itu. "Huh, najis, lebih baik aku mati daripada kalian sentuh" jawab gadis itu marah disertai rasa putus asa. Adinata seperti mengenal gadis itu. Ia memperhatikannya. Adinata baru ingat bahwa gadis itu adalah Ambarwati, murid Ki Adanu dari padepokan tebing breksi.

"Berhenti kalian, jangan ganggu saudara seperguruanku" teriak Adinata. Gerombolan itupun kaget, Ambarwatipun juga kaget. Sepintas ia seperti mengenalnya. "Kakang Adinata, kaukah itu" tanya Ambarwati dengan penuh rasa gembira, harapannya seketika bangkit kembali. Ia yakin Adinata dengan ilmunya yang tinggi akan mampu mengalahkan seluruh anggota gerombolan itu. "Iya Nimas Ambarwati, ini aku Adinata". "Gembul, ajak Nimas Ambarwati menyingkir dari arena pertempuran, biar mereka aku yang hadapi" perintah Adinata kepada Gembul. 'Baik Den Nata, mari nyi, menyingkirlah dari arena bertempuran, biar Den Nata yang menghajar mereka" ajak Gembul kepada Ambarwati. Ambarwatipun mengangguk dan segera menghampiri Gembul menyingkir dari arena pertempuran. "Kurang ajar cecunguk kecil, kamu sudah bosan hidup ya?" teriak pemimpin gerombolan itu marah.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com