Bangkitnya Ksatria Mataram (Bagian 4)

Setelah berbincang dengan Senopati Puspanidra, Ki Gede kemudian berpaling menatap Ki Jagratara. "Kamu sungguh licik Ki Jagratara, aku akan menuntut balas akan kelicikanmu ini" berkata Ki Gede Aryaguna sambil menahan kemarahannya. "Tahan Ki Gede, biarlah aku yang akan melawan orang licik ini" berkata Senopati Puspanidra menahan Ki Gede Aryaguna yang akan melawan Ki Jagratara. "Kamu yakin Anakmas Senopati?" kata Ki Gede Aryaguna ragu. "Yakin sekali Ki Gede, silahkan anda beristirahat" ujar Senopati Puspanidra meyakinkan. Ki Gede Aryagunapun mengangguk. "Majulah kamu Senopati, aku sudah tak sabar mengirimmu ke neraka menemani harimau ompong itu" teriak Ki Jagratara sambil mengejek Adinata. Adinatapun mendengar ejekan itu, namun ia sadar ia masih dalam pengaruh jarum racun. Namun dengan ilmunya yang sudah sangat tinggi, berlahan-lahan ia mampu menetralisir racun tersebut. Namun ia tetap berpura-pura pingsan sebelum ia benar-benar pulih dari pengaruh jarum beracun. Dengan ilmu pembalik raga penghancur bala, secara perlahan-lahan ia mengalirkan racun yang sudah dinetralkan itu untuk dapat dimuntahkannya.

Tanpa berbasa-basi, Ki Jagratara langsung mengeluarkan jurus andalannya tapak es. Namun ternyata ilmunya sekarang sudah meningkat dengan pesat dibandingkan saat terakhir kali melawan Adinata di lereng merapi. Ketika ia mempersiapkan jurus tapak es sampai puncak tertinggi, udara sekeliling pertempuran menjadi serasa membeku. Butiran-butiran es mulai berjatuhan. Para penonton pertarungan itu baik dari kubu Kalibiru maupun gerombolan pemberontak badannya menggigil kedinginan. Bahkan tidak berapa lama kemudian, ada yang badannya mulai membiru serta mengeluarkan darah segar dari hidung ataupun telinganya.

Senopati Puspanidrapun tidak luput terkena pengaruh dari ilmu sakti tapak es tersebut. Badanya juga mulai membiru. Giginya menggeretak, menggigil kedinginan. Darah segar juga mulai menetes dari hidung dan telinganya. Sungguh betapa hebat sekali jurus tapak es tersebut. Dengan secepat kilat, Ki Jagratara langsung menyerang Adinata dengan jurus Tapak Es andalannya tersebut. Senopati Puspanidra yang kehilangan akal karena hawa dingin yang amat sangat hanya dapat menghindari setiap serangan dari Ki Jagratara. Melihat hal ini Ki Gede Aryaguna tidak tinggal diam. "Senopati, gunakan jurus getar bumi untuk menahan serangan jurus tapak es" teriak Ki Gede Aryaguna.

Senopati Puspanidra tersadar dari kebingungannya. Ia segera meloncat jauh ke belakang untuk mempersiapkan jurus pamungkasnya, getar bumi. Dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya ia mengumpulkan seluruh kekuatan untuk membangkitkan jurus getar bumi yang dikuasainya. Meskipun jurus getar bumi yang dimilikinya belum sempurna, namun itu ternyata sudah cukup untuk melawan Ki jagratara. Ketika Senopati Puspanidra sedang membangkitkan jurus getar bumi tersebut, seketika bumi disekeliling arena pertarungan tersebut menjadi bergetar hebat seperti sedang ada gempa bumi, pohon-pohon bergoyang bahkan ada yang roboh, burung-burung berterbangan. 

Namun, aneh tapi nyata, hawa dingin yang sangat menyiksa itu secara perlahan-lahan memudar sehingga dinginnya sudah tidak terasa lagi. Bahkan terasa menyejukkan saja. Menyadari pengaruh dari jurus tapak es sudah mulai berkurang, Ki jagratara tanpa membuang-buang waktu langsung  menyerang Senopati Puspanidra dengan jurus andalannya. Tapi, kali ini Senopati Puspanidra tidak menghindar, ia menyambut pukulan tapak es dari Ki Jagratara dengan jurus telapak geledek ciri khas padepokan lereng merapi.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com