Bangkitnya Ksatria Mataram (Bagian 6)

Melihat muridnya tewas dalam pertarungan, seketika kemarahan Ki Jangkung menggelegak. Ia marah sekali dengan senopati Puspanidra dan ingin sekali membunuhnya dengan tangannya sendiri. "Kurang ajar kamu antek mataram, mampuslah kamu di tangan tombakku ini". Ki Jangkung mengeluarkannya tombak andalannya dimana mata atau kepala tombaknya dapat mengeluarkan pamor berwarna-warni. Menyadari hal ini Ki Gede Aryaguna berteriak memperingatkan Senopati Puspanidra. "Hati-hati Anakmas, Ki Jangkung menggunakan senjata yang sangat berbahaya yaitu tombak obar-abir, tombak itu bisa membuatmu kulitmu serasa terbakar". "Baik Ki Gede" jawab Senopati Puspanidra.

Ki Jangkung lalu dengan ganasnya menyerang senopati puspanidra dengan tombak andalannya. Dan benar lingkungan disekitar arena pertarungan menjadi panas tidak terkira. Senopati Puspanidrapun mengeluh. Kulitnya serasa terbakar. Tombak Ki Jangkung itu seperti berkeliaran disekeliling badannya dan berusaha untuk melukai dan menusuknya. Senopati Puspanidra benar-benar kehilangan konsentrasi karena hawa panas yang dikeluarkan oleh tombak obar-abir itu.

Penonton pertarungan yang semula berkerumun kemudian menjauh karena menghindari hawa panas yang keluar dari tombak Ki Jangkung. Meskipun begitu penonton dari sisi gerombolan penjahat yang berniat memberontak terhadap kerajaan mataram bersorak-sorai karena merasa pemimpinnya akan berhasil mengalahkan senopati Puspanidra.

Di sisi lain Adinata yang sedang berusaha mengeluarkan racun dari badannya justru merasakan hal yang aneh. Hawa panas yang dikeluarkan oleh tombak obar-abir itu justru mampu menghangatkan badannya dan membantunya lebih cepat untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuhnya. "Bersabarlah sebentar Kakang Puspanidra, aku akan segera menggantikanmu untuk bertarung melawan Ki Jangkung" berkata Adinata dalam hatinya.

Keadaanpun menjadi semakin genting. Senopati Puspanidra benar-benar sudah putus asa. Kulitnya mulai memerah dan mengelupas karena saking panasnya tombak obar-abir. Bahkan tombak itu telah berhasil menggores pinganggnya. "Aduh panas sekali" teriak Senopati Puspanidra sambil meloncat jauh kebelakang. Melihat Senopati Puspanidra terluka Ki Jangkung semakin bernafsu untuk membunuhnya.

Namun tiba-tiba Ki Gede Aryaguna menyerang Ki Jangkung dengan tangan kosong. Merasa niatnya diganggu oleh Ki Gede Aryaguna iapun menjadi marah. Iapun langsung menyerang menggunakan tombak obar-abir ditangannya. Ki Gede Aryaguna yang menguasai jurus meringankan tubuh hanya bisa menghindar dari setiap serangan Ki Jangkung sambil berharap ada suatu keajaiban yang bisa membalikan keadaan.

Menyadari bahwa calon mertuanya maju melawan Ki Jangkung yang sangat berbahaya Adinata menjadi sangat khawatir. Ia memusatkan seluruh konsentrasinya dan dengan sekuat tenaga ia berhasil memuntahkan racun yang sangat mematikan itu keluar dari mulutnya. Kemudian dengan serta merta ia bangkit dari tidurnya lalu dengan gerak cepat Adinata berdiri terbalik dengan hanya menggunakan satu jari saja dan memusatkan seluruh racun yang tersisa agar dapat keluar dari mulutnya. Inilah inti dari jurus pembalik raga penghancur bala yang diajarkan oleh Ki Gede Aryaguna.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com