Bangkitnya Ksatria Mataram (Bagian 8)

Ki Jangkung segera mempersiapkan diri. Dengan tangan kiri memegang tombak obar abir yang mengeluarkan hawa panas yang luar biasa sementara tangan kanannya diangkat keatas seolah sedang menyerap hawa dingin disekitarnya, inilah ilmu puncak Ki Jangkung yang sangat dahsyat, tangan kiri memegang tombak dengan hawa panas yang berkobar-kobar membakar kulit, sedangkan tangan kanan mengeluarkan hawa dingin yang luarbiasa sampai menimbulkan butiran-butiran es. Di sekitar Ki Jangkung seolah-olah ada dua musim yang berbeda dan saling berdampingan, musim beku dan musim panas. Panas dan dingin yang silih berganti ini untuk orang biasa bisa menghancurkan tubuhnya.

Penontonpun bergerak semakin menjauh. Mereka tidak kuat merasakan hawa panas dan hawa dingin yang silih berganti menyerang. Namun mereka tetap penasaran. Penontonpun tetap melihat pertarungan yang sangat menegangkan dan mengerikan itu dari jauh.

Namun bukanlah Adinata jika harus panik dan takut melihat ilmu lawan. Adinatapun berkonsentrasi. Kemudian dengan gerakan yang tidak terduga, Adinata seolah-olah telah membelah diri menjadi tiga orang. Inilah yang dinamakan jurus bayangan, hasil pengembangan ilmu meringankan tubuh yang diajarkan Ki Gede Aryaguna. Adinata memang suka menyerap ilmu dan menciptakan ilmu baru berdasarkan pengalaman yang sudah ada. Adinata dan bayangannya kemudian mempersiapkan diri untuk mengeluarkan jurus getar bumi yang sudah mencapai sempurna. 

Ketika Adinata sedang membangkitkan jurus getar bumi andalannya, bumi tiba-tiba bergetar hebat seolah-olah sedang terjadi gempa bumi, burung-burungpun beterbangan kesana kemari, pohon-pohon disekeliling arena pertarungan menjadi roboh seolah tertiup angin, hawa panas dan hawa dingin akibat dari jurus tapak api birupun menjadi buyar seketika, dan cuaca kembali normal.

Tidak berapa lama kemudian, sambil berteriak Ki Jangkung langsung menyerang Adinata dengan ilmu puncaknya tapak api biru, "matilah kau bocah tengik" teriak Ki Jangkung. Namun yang cukup mengagumkan, Ki Jangkung seolah-olah menjadi tiga bayangan dan masing-masing menyerang bayangan dari Adinata. Mendapat serangan dari Ki Jangkung Adinatapun sama sekali tidak menghindar. Ia memang berniat membenturkan ilmunya. Tanpa dapat dihindari, akhirnya benturan dua ilmu yang dahsyat itu terjadi. Telapak kanan Ki Jangkung dengan tapak api birunya bertemu dengan telapak kanan Adinata yang menggunakan pukulan telapak geledek.

Seolah-olah terjadilah ledakan yang luar biasa, keduanya terlempar kebelakang. Ki Jangkung tidak bisa berdiri tegak, demikian juga dengan Adinata. Tidak berapa lama kemudian keduanya jatuh tumbang kebumi. Namun tiba-tiba datanglah sekelebat bayangan yang menyambar tubuh Ki Jangkung dan langsung menghilang. Ki Gede Aryaguna melihatnya dan mengenal orang itu. "Hmm itu kan guru Ki Jangkung, rupanya ia masih hidup" batin Ki Gede Aryaguna. Namun ia tidak berlama-lama termangu dan segera menolong Adinata yang jatuh pingsan.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com