Menemui Bocah Sakti Ke Gunung Api Purba Nglanggeran (bagian 1)

Ki Gede Aryaguna mengoleskan minyak kayu putih ke hidung dada dan punggung Adinata. Tidak berapa lama kemudian Adinatapun tersadar dari pingsannya. "Alhamdulilah kamu sudah sadar ngger" berkata Ki Gede Aryaguna dengan lemah lembut. "Dimanakah aku Ki Gede ?" kata Adinata masih agak bingung karena baru terbangun dari pingsannya. Kamu masih di lapangan dusun Hargowilis Ngger, untung kamu tidak kurang suatu apa. Marilah kita beristirahat dirumah biar kamu bisa diobati lebih lanjut" berkata Ki Gede Aryaguna panjang lebar. "Terimakasih Ki Gede" jawab Adinata. "Anakmas Senopati, kamu minta tolonglah kepada adik seperguruan ananda Adinata untuk memapah Adinata kerumahku, dan sekalian umumkan kepada seluruh prajurit dan para pemuda kalbiru untuk beristirahat dan makan dirumahku" kata Ki Gede. "Baiklah Ki Gede, lalu bagaimana dengan para prajurit dan pemuda yang gugur, juga penjahat yang tewas" tanya Senopati Puspanidra. "Kuburkanlah dengan cara yang wajar dan selayaknya"saran Ki Gede Aryaguna. "Baiklah Ki Gede, saran dan nasihat Ki Gede akan segera saya kerjakan" jawab Senopati Puspanidra.

Setelah prosesi pemakaman selesai kemudian para prajurit dan pemuda kalibiru serta orangtua dan anak-anak bersama-sama menuju rumah Ki Gede Aryaguna. Di rumah Ki GedeAryaguna telah disediakan berbagai makanan dan minuman yang telah dimasak di dapur umum. Ada gudek, Sate Klatak, Bakpia, sayur krecek, geplak, gatot, nasi tiwul, tengkleng, jadah tempe dan nasi pondoh. Untuk minuman ada wedang bajigur, wedang sereh, wedang uwuh, kopi, teh, air kelapa muda dan masih banyak lagi.

"Warga Kalibiru sekalian, marilah kita doakan para prajurit mataram dan para pemuda kalibiru yang telah gugur melawan gerombolan penjahat yang akan memberontak terhadap kerajaan Mataram agar amal baiknya diterima disisi-Nya, dan disini kita juga bersyukur bahwa kita mampu mengalahkan gerombolan para penjahat itu dengan korban yang sedikit. Mari sebelum menikmati hidangan kita berdoa terlebih dahulu agar keberkahan selalu menyertai kita semua" berkata Ki Gede Aryaguna kemudian memimpin doa.

Setelah itu seluruh warga Kalibiru menikmati semua hidangan yang telah disediakan. Semuanya bersuka cita karena telah mampu mengalahkan gerombolan penjahat yang selalu meresahkan warga kalibiru. Para prajurit mataram dan warga tanah perdikan Kalibiru asyik bercerita tentang pertarungan di lapangan pinggir desa hargowilis. Warga dan prajurit mataram sangat kagum dengan para pemuda yang sudah berilmu tinggi seperti Adinata dan senopati Puspanidra. Banyak yang kemudian berencana menuntut ilmu silat diperguruan lereng merapi.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com