Cinta Bersemi di Hutan Pinus Mangunan (Bagian 1)

Ketika sedang beristirahat, Adinata tidak sabar membaca surat dari Ambarwati. "Makan siang dulu Den Nata" kata paman gembul sedikit menggoda Adinata yang sedang asyik membaca. "Kamu duluan paman, saya belum lapar" kata Adinata. "Lapar atau sudah tak sabar baca surat dari den ayu?" kata nyi lastri menggoda. "Ah, bibi bisa saja" jawab adinata tersipu malu. Pipinya menjadi kemerahan. "Sudah jangan diganggu, mari kita makan terlebih dahulu" ajak kakek darma. "Baik kek" jawab paman gembul.

Untuk kakang Adinata

Kakang, bagaimana kabarnya, aku disini baik-baik saja. Sekarang aku sedang dalam masa penyembuhan. Aku kamngen sekali sama kamu kakang, meskipun baru beberapa minggu kita tidak bertemu. Oh ya, kamu yang rajin berlatih ya kakang, segera kuasai ilmu dari orangtua Nini Wilis, biar kita cepat bersatu kembali.

Salam Sayang, Ambarwati

Adinata senyum-senyum sendiri setelah membaca surat dari Ambarwati. Kakek darma beserta paman gembul dan nyi lastri cuma bisa tersenyum-senyum saja. mereka maklum anak muda yang sedang dimabuk asmara. Adinatapun bergegas mengambil pena. Ia tak sabar mau membuat surat balasan untuk ambarwati

Bersambung


0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com