Menemui bocah sakti ke gunung api purba nglanggeran (bagian 8)

Pagi harinya Adinata berlatih bersama kakek darma. "Adinata, sebelum kamu mempelajari jurus sengatan listrik gunung api purba, kamu lihatlah peragaan jurus itu dulu" kata kakek darma. "Baiklah guru" jawab Adinata. Kakek darma segera bersiap-siap mengeluarkan ilmu puncak jurus sengatan listrik gunung api purba. Kakek darma membuat gerakan-gerakan yang aneh dimata adinata. Namun tidak berapa lama kemudian badan kakek darma seperti berkilat-kilat dan seperti dipenuhi aliran listrik. Tiba-tiba ditangannya seolah olah muncul api kecil. Kemudian dengan tangannya ia seolah-olah membuat api kecil itu menjadi sebuah bola kecil yang makin lama makin besar menjadi sebesar buah kelapa. Lalu ia melontarkan bola api kecil itu ke dinding bukit dan terjadilah ledakan besar, terbentuk lobang besar didinding bukit dan menghitam karena panasnya.

Adinata terkagum-kagum melihatnya. "Nah kamu sudah melihat kadahsyatan jurus ini, namun kamu perlu tahu, saya belum menguasai secara penuh ilmu ini karena ada dua bab terakhir yang belum dapat aku selesaikan hingga kini" berkata kakek darma sambil menunjukan sebuah buku jurus sengatan listrik gunung api purba. Nah kamu pelajarilah ini sambil kita berlatih bersama" berkata kakek darma panjang lebar. "Baiklah guru, saya berjanji akan berlatih sungguh-sungguh, supaya dapat segera menguasai jurus ini" jawab Adinata dengan mantap. "Bagus Adinata, saya yakin dengan kemampuanmu, kamu akan dapat menguasai jurus ini dengan cepat. 

"Oh ya Adinata, ada kabar yang ingin aku sampaikan kepadamu" kata kakek darma. "Apakah itu guru?' tanya Adinata penasaran. "Saya telah mengirim kurir ke hutan pinus di mangunan untuk memberitahukan tentang kedatanganmu. Nini Wilis dan Ambarwati sangat senang sekali. Dan Ambarwati menuliskan surat ini untukmu" kata kakek darma sambil menyerahkan sebuah surat yang ditulis di kertas yang indah warna warni. "Terimakasih sekali kakek, kakek tahu saja tentang anak muda" jawab Adinata berseri-seri sembari menerima surat dari Ambarwati. "Bocah sakti gitu loh" jawab kakek darma sambil bercanda.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com