Menemui bocah sakti ke gunung api purba nglanggeran (bagian 7)

Tidak berapa lama kemudian makanan dan minuman sudah siap. Nyi Lastri segera menyajikannya ke teras rumah. "Mari silahkan dinikmati" Nyi Lastri mempersilahkan Kakek Darma dan Adinata beserta paman gembul untuk menikmati makanan dan minuman yang sudah tersaji. "Mari Nak, kita bercerita sambil makan, kamu juga nyi lastri, mari kita makan bersama" Kakek Darma mempersilahkan. "Terimakasih kakek, saya nanti makan di dalam saja" jawab Nyi Lastri. Kakek Darma bersama Adinata dan paman gembul segera menikmati hidangan yang telah disediakan dengan lahapnya. "Wah, kamu pintar memasak sekali Nyi" puji kakek darma. "Terimakasih kakek, nanti saya buatkan lagi hidangan yang lebih enak" kata Nyi Lastri bangga masakannya dipuji. 

"Kek, tempat ini nyaman dan indah sekali, kalau boleh tahu, kenapa tempat ini bisa dinamakan gunung api purba nglanggeran, padahal setahu saya ini hanyalah perbukitan biasa saja?" bertanya Adinata. "Setau kakek, Gunung Nglanggeran berasal dari Gunung api dasar laut yang terangkat dan kemudian menjadi daratan jutaan tahun lalu. Gunung ini memiliki bebatuan besar yang menjulang tinggi sehingga biasanya digunakan sebagai jalur pendakian dan tempat untuk pertapaan warga.Puncak gunung tersebut adalah Gunung Gedhe di ketinggian sekitar 700 meter dari permukaan laut, dengan luas kawasan pegunungan mencapai 48 hektar" oh begitu ceritanya kek, saya baru tahu.

"Kek, kalau boleh saya tanya, kakek mempunyai bahan makanan banyak sekali darimana kek, apakah kakek membelinya?" tanya nyi lastri penasaran. "Tidak nak, orang-orang kampung yang ngasih. Kebetulan kakek suka mengobati orang yang sakit dan mereka memberi kakek bahan makanan, dan kakek suruh menaruh di dapur" jawab kakek darma. "Oh, begitu kek ceritanya, saya baru paham" kata nyi lastri sambil manggut-manggut.

"Kek, mohon maaf sebelumnya, bisakah kakek menceritakan tentang nasib nimas ambarwati sekarang?" tanya Adinata. "Ha ha ha, kamu memang calon suami yang baik, begitu menghawatirkan calon istrinya" kakek darma tertawa. Adinata sebenarnya heran darimana kakek darma tahu bahwa ia calon suami dari ambarwati. namun ia tidak bertanya lebih lanjut."Ketahuilah nak, saat ini nimas ambarwati sedang dalam proses penyembuhan. Tapi ia tidak berada disini, tapi ditempat nini wilis, istriku, ia sekarang bertempat tinggal di hutan pinus, di wilayah mangunan sana". Kakek darma menjelaskan panjang lebar. "Jauhkah tempatnya kakek, kami akan kesana" kata Adinata. "Tempatnya sebenarnya tidak jauh, hanya sekitar setengah hari dari sini. Namun percuma jika kalian kesana, ia pasti tidak akan mau menanggapi" kata kakek darma. "Kenapa kakek, kalau kami boleh tahu?" tanya adinata.

"Ia sebenarnya sedang marah denganku, makanya ia pergi ke rumah saudaranya di hutan pinus. Ia sudah bilang tidak akan menyerahkan ambarwati kepada siapapun sebelum aku mampu memenuhi syarat darinya" berkata kakek darma. "Syarat apakah itu, siapa tahu kami bisa membantu?" tanya Adinata. "Untuk kalian ketahui, mertuaku adalah seorang pendekar hebat yang telah tiada. Ia terkenal dengan ilmunya jurus sengatan listrik gunung api purba. Dan aku sudah menguasainya, namun belum tuntas. Nini wilis memintaku untuk mencari seorang murid yang mampu menguasai jurus itu baru ia mau menyerahkan ambarwati dan kembali kepadaku. Ambarwatipun sudah mengetahui syarat itu dan iapun tidak berkeberatan karena yakin kamu bakal bisa menguasainya. Nah pertanyaannya adinata, apakah kamu sanggup belajar jurus sengatan listrik gunung api purba dan membantuku agar nini wilis bersedia pulang kerumah?" tanya Kakek darma. "Saya sanggu pkek, saya akan mematuhi semua nasihat kakek" jawab Adinata dengan mantap. "Baguslah, kita bisa mulai berlatih besok" Kakek darma puas dengan jawaban Adinata.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com