Cinta Bersemi di Hutan Pinus Mangunan (Bagian 4)

Beberapa hari kemudian Adinata telah menerima surat balasan dari Ambarwati. Tadi sore kakek darma sehabis berlatih memberikan surat itu kepadanya.

Kakang adinata

Terimakasih ya kakang telah mau membalas suratku. Jujur saja aku sangat senang setelah membaca surat balasanmu. Aku jadi tak sabar ingin bertemu. Oh ya, aku sudah minta ijin sama nini wilis agar memperbolehkan kakang adinata beserta paman gembul dan mbok lastri untuk menjengukku. Dan ternyata nini wilis sangat baik hati, ia mengijinkan kakang, cuma mengingatkan agar kakang tidak lupa akan janji untuk menyelesaikan mempelajari ilmu warisan dari orangtua nini wilis. Kakang juga diijinkan untuk menginap beberapa hari di sini. Sudah, itu dulu ya kakang, aku tunggu kedatanganmu di hutan pinus mangunan.

Salam sayang dan kangen dariku

Ambarwati

Adinatapun tersenyum-senyum seperti anak kecil. Kemudian ia segera bergegas menemui kakek darma. "Kakek ada yang ingin aku sampaikan" berkata adinata. "Ada apa anakku adinata?" tanya kakek darma. Sebenarnya ia sudah mengetahui arah pembicaraan adinata namun ia pura-pura tidak tau. "Bolehkan jika saya beserta paman gembul dan nyi lastri menjenguk nimas ambarwati di hutan pinus mangunan untuk beberapa hari?" tanya Adinata memberanikan diri. "Boleh sekali anakku, sampaikan salamku pada nini wilis ya, bilang aku selalu setia menunggunya disini" kata kakek darma. "Baiklah kakek, nanti akan saya sampaikan" jawab Adinata. "Oh ya, kalian berangkatnya besok pagi saja, dan tolong nyi lastri untuk membuat masakan yang enak-enak buat oleh-oleh, nini wilis paling suka semur daging, sayur gudek dan sambal kerecek" pesan kakek darma. "Baiklah kakek, semua petuah dan pesan kakek, insyaaloh akan kami laksanakan" jawab adinata. Tidak berapa lama kemudian adinata segera memberitahu paman gembul dan nyi lastri untuk bersiap-siap mengunjungi ambarwati di hutan pinus mangunan esok pagi.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com