Menerima Tantangan (Bagian 6)

"Paman gembul, tolong bilang ke nyi lastri untuk sementara tinggal di rumah pak kerto dulu, kita nanti malam langsung berangkat ke pantai watu kodok di pantai selatan gunungkidul" kata adinata kepada paman gembul. "Iya den nata, saya setuju, nanti segera saya bilang ke istri saya untuk membuat sedikit bekal untuk kita di jalan" jawab paman gembul. "Bagus paman, atur saja yang rapi" kata adinata mengiyakan perkataan paman gembul.

Sore harinya adinata beserta paman gembul berpamitan kepada pak kerto dan mbok mirah. "Kami mohon pamit dulu ya pak kerto dan mbok mirah, kami titip nyi lastri disini" pamit adinata. "Iya den nata, hati-hati dijalan, semoga selamat sampai tujuan dan kembali dalam keadaan sehat tidak kurang suatu apa" jawab pak kerto. "Kakang gembul, hati-hati ya" kata nyi lastri kepada suaminya. "Tentu sayang, aku akan berhati-hati, baik-baik ya dirumah pak kerto, kamu boleh bantu-bantu mbok mirah diwarung kalau kamu bosan dirumah" kata paman gembul.

Adinata dan paman gembul bergegas berangkat menuju pantai watu kodok di pantai selatan gunungkidul. Untuk mempersingkat waktu, keduanya naik kuda. Selama perjalanan mereka berdua sedikit keheranan. Karena sepertinya ada banyak penduduk sekitar dan beberapa orang yang berpenampilan seperti pendekar yang menuju ke pantai watu kodok gunungkidul. 

Di perjalanan adinata melihat warung yang sangat ramai. Kebetulan adinata sudah lapar. "Paman gembul, bagaimana kalau kita beristirahat di warung tersebut, kebetulan aku sudah lapar. "Setuju sekali den nata, dari tadi perutku sebenarnya sudah berbunyi nyaring, tapi paman malu kalau bilang" jawab paman gembul. "Ah, paman bisa saja" jawab adinata sembari tersenyum.

Bersambung


0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com