Menemui Bocah Sakti Ke Gunung Api Purba Nglanggeran (bagian 5)

Paginya Adinata, paman gembul dan nyi lastri berbincang-bincang dengan suami mbok mirah, pak kerto. "Sebenarnya, aden-aden dan nyai ini mau pergi kemana?" tanya pak kerto. "Kami sedang mencari seorang kakek dengan julukan Si Bocah Sakti, kabarnya ia bertempat tinggal di Gunung Api Purba Nglanggeran, apakah bapak tahu?" tanya Adinata. "Oh, kamu mau bertemu dengan kakek penunggu gunung purba, ia memang rada-rada aneh tapi ia seorang yang sangat baik hati. Ia suka mengobati orang yang sedang sakit" jawab pak kerto. "Anehnya bagaimana bapak, kami jadi penasaran?" tanya Adinata penasaran. "Ia memang suka menolong, tapi ia seperti anak kecil yang harus dibujuk dulu. Sudahlah nanti kamu juga tahu" jawab pak kerto panjang lebar. "Oh, begitu pak, gunung api purba nglanggeran dari sini masih jauh tidak?" bertanya lagi Adinata. "Sudah dekat nak, itu gunungnya kelihatan" jawab pak kerto sambil menunjuk sebuah perbukitan kapur. "Terimakasih bapak, kami akan segera menuju kesana, kami mohon pamit dulu" kata Adinata. 

"Eh, sarapan dulu den, ini sudah simbok persiapkan" tiba-tiba mbok mirah muncul dari dapur. "Eh, terimakasih mbok, kami takut merepotkan" jawab Adinata berbasa-basi. "Den, sarapan dulu ya" berkata paman gembul penuh harap. "Hus, malu-maluin saja kamu paman" kata Adinata. "Tidak merepotkan, kami malah senang sekali, mari kita sarapan bersama-sama" ajak pak kerto. Kali ini adinata tidak bisa menolak. Karena lapar, mereka bertiga makan dengan lahap. Pak kerto dan mbok mirahpun senang tamunya mau menikmati hidangan ala kadarnya. "Terimakasih pak kerto, mbok mirah, kami mau menemui kakek penunggu gunung api purba nglanggeran, kami mau mencari kabar saudara kami Nimas Ambarwati" pamit Adinata. "Iya, silahkan denm hati-hati, saya doakan semoga maksudnya tercapai, dan jangan lupa mampir kemari, pintu rumah kami selalu terbuka lebar untuk kalian". Jawab pak Kerto. Dan Adinata beserta paman gembul dan nyi lastri melanjutkan perjalanan menuju gunung api purba nglanggeran.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com