Menemui Bocah Sakti Ke Gunung Api Purba Nglanggeran (bagian 4)

Sore harinya Adinata beserta paman gembul dan nyi lastri sudah sampai ke jalan yang menanjak yaitu irung petruk. Perlahan-lahan mereka bertiga berjalan menuju ke arah Patuk dimana Gunung Purba Nglanngeran berada. "Aduh, kakang Gembul, aku sudah tak kuat berjalan" berkata Nyi Lastri mengeluh pada paman gembul. "Digendong saja paman, kamu kuat kan?" kata Adinata sedikit menggoda paman gembul. "Kamu mau nyi, saya gendong?" tanya paman gembul kepada Nyi Lastri istrinya. "Mau kakang" kata Nyi Lastri sambil sedikit mengangguk malu-malu. Adinatapun tersenyum namun pura-pura tidak melihat kemesraan antara paman gembul dan Nyi Lastri. "Ah, kenapa aku jadi teringat Ambarwati, semoga ia baik-baik saja" batin Adinata.

Malam harinya tibalah mereka bertiga di dusun nglanggeran patuk. Mereka bertiga kemudian menuju ke sebuah warung nasi yang masih buka. Mereka bertiga segera duduk di lincak mengelilingi sebuah meja makan sederhana yang terbuat dari kayu jati. "Mau makan apa tuan?" tanya seorang wanita separuh baya dengan ramah. "Disini ada menu apa saja mbok?" tanya Adinata. "Disini menunya ada Soto ayam, sate ayam, belalang goreng, sayur lombok ijo dan nasi merah, nasi tiwul, dan bakmi jawa" kata Mbok penjual warung. "Wah lengkap sekali, kalau minumannya ada apa saja?" tanya adinata lagi. "Disini ada Wedang teh nasgitel, wedang jahe susu, wedang sereh den" kata Mbok penjual nasi. "Minumannya juga lengkap ya Den Nata" kata paman gembul. Adinatapun mengangguk meniyakan perkataan paman gembul. "Nama simbok siapa ya kalau boleh tahu?" tanya Nyi Lastri. "Nama saya Mbok Mirah cah ayu" jawab simbok penjual nasi. "Oh mbok mirah, kenalkan saya lastri, dan ini suami saya gembul dan ini den adinata majikan kami" Nyi Lastri menerangkan identitas mereka dengan panjang lebar. 

"Mbok Mirah, kami pesan semua makanan dan minuman yang ada disini, tapi hangatkan dulu ya mbok" kata Adinata. "Iya Den, saya siapkan dulu silahkan beristirahat dulu. Mbok mirah kemudian segera menyiapkan makanan dan minuman. Sekitar setengah jam kemudian makanan dan minumannya sudah siap. Adinata, paman gembul dan nyi lastri segera menikmati makanan dan minuman itu dengan lahap karena sangat lapar setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh.

Setelah selesai makan Adinata bertanya pada Mbok Mirah. "Mbok adakah tempat penginapan disini, karena kami sangat kelelahan dan ingin beristirahat?" tanya Adinata. Disini tidak ada tempat penginapan den, tapi kalau mau, aden bertiga boleh menginap dirumah saya. Tentu saja saya sangat senang sekali jika kalian mau menginap dirumah saya yang sederhana" kata Mbok Mirah panjang lebar. "Tentu saja kami sangat mau mbok, dimana ya letak rumah Mbok Mirah?" tanya Adinata. "Oh, tempatnya agak masuk kedalam dusun den, mari ikuti saya. Kebetulan saya juga sudah mau tutup" berkata Mbok Mirah mengajak Adinata, paman gembul serta Nyi Lastri. Dan malam itu mereka bertiga beristirahat dirumah Mbok Mirah di dusun nglanggeran.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com