Mengungsi ke Ledok Sambi (Bagian 1)

"Ki Bangor, bolehkah saya bertanya?" tanya Adinata dengan sopan. "Silahkan Adinata, apa yang ingin kamu ketahui?" jawab ki bangor. "Bolehkah saya membawa nimas ambarwati, kakek darma dan nini wilis dari sini?" tanya Adinata. "Boleh sekali Adinata, silahkan, saya anggap dendam diantara saya dan ki wisesa orangtua nini wilis dianggap selesai" jawab ki bangor panjang lebar. "Tapi bolehkah saya mengajukan satu permintaan?" tanya ki bangor. "Apakah itu ki bangor, saya akan berusaha memenuhinya jika saya mampu" jawab adinata. "Karena kamu telah memenangkan sayembara ini, maukah kamu menikahi putri saya maheswari?" tanya ki bangor. Mendengar hal ini adinata terkejut. Ambarwati juga terkejut. "Maaf ki bangor, sebenarnya saya tidak bermaksud mengikuti sayembara mencari jodoh ini, tapi niat saya hanyalah menolong sesama, dan kebetulan saya sudah mempunyai calon istri" jawab adinata. "Saya tahu nak adinata, tapi coba dipikirkan lagi" kata ki bangor sedikit memohon. Adinata menengok ke ambarwati, meminta pendapatnya. "Bagaimana ini nimas ambarwati, kok malah jadi seperti ini?" tanya adinata. "Sebenarnya saya sangat berkeberatan dengan hal ini, tapi saya bisa memakluminya. Saya akan menyetujui hal ini tapi dengan satu syarat?" kata ambarwati. "Syarat apakah itu den ayu?" tanya ki bangor. "Kakang adinata boleh menikahi nimas maheswari hanya setelah kakang adinata telah menikahiku terlebih dahulu" kata ambarwati dengan tegas. "Baiklah, aku bisa menerima syaratmu den ayu" jawab ki bangor.

"Baiklah, karena semuanya sudah selesai kami mohon pamit untuk kembali ke rumah kakek darma" kata adinata. "Maafkan atas perbuatanku telah menghancurkan rumah Darma dan nini wilis, aku akan panggil tukang kayu terbaik untuk membangun rumah yang lebih bagus untuk darma dan nini wilis" kata ki bangor menyesali perbuatannya. "Terimakasih ki bangor, perselisihan diantara kita sudah selesai saja kami sudah bersyukur" kata kakek darma. "Bopo, bolehkah aku ikut dengan kakang adinata beserta mbakyu ambarwati, aku ingin menikmati suasana baru?" tanya maheswari. "Bolehsaja putriku, tapi tanyalah pada nak adinata dan den ayu ambarwati apakah kamu diijinkan untuk ikut mereka?" jawab ki bangor. "Mbakyu ambarwati, boleh ya aku ikut?" kata maheswari sedikit manja. "Ambarwati yang tidak mempunyai adik perempuan luluh dengan ambarwati. "Boleh saja nimas maheswari saya tidak keberatan, kamu juga tidak keberatan kan kakang?" tanya ambarwati. "Kalau nimas membolehkan saya sih ikut saja apa perkataanmu" jawab adinata mengiyakan.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com