Sayembara mencari jodoh (Bagian 8)

"Bersiaplah menerima seranganku" teriak adinata. Kali ini adinata langsung menyerang musuhnya. Dengan menggunakan zirah sarung tangan khusus dari nini wilis, adinata menyerang lawanya dengan menggunakan gerakan seperti harimau yang sedang berkelahi mencakar mangsanya. Adinata yang sudah membelah diri menjadi tujuh orang cukup menyulitkan lawannya. Gardakapun tidak tinggal diam. Iapun memusatkan diri dan tiba-tiba, seolah-olah gardaka juga membelah diri menjadi tujuh orang. Dan pada akhirnya seolah-olah ada 14 orang yang bertarung di dalam satu gelanggang. Penontonpun dibuat keheranan melihatnya.

Keduanya saling jual beli pukulan dan tendangan. Keduanya sudah terluka akibat serangan lawannya. Dan padasatu kesempatan, adinata terkena serangan sengatan kalajengking dari gardaka yang dipersenjatai dengan racun berbisa. Adinatapun meloncat surut. Badannya tiba-tiba terasa lemah. Sebelum semuanya terlambat, iapun menggunakan jurus pembalik raga penghancur bala yang diajarkan oleh ki gede aryaguna. Iapun berdiri dengan satu jari dan berusaha mengeluarkan racun dari dalam tubuhnya. Tidak berapa lama adinata berhasil memuntahkan racun dari badannya. 

Gardaka tertawa melihat adinata keracunan. Sembari melihat adinata yang sedang berusaha mengeluarkan racun dari tubuhnya, gardaka mengeluarkan ilmu pamungkasnya jurus sengatan kalajengking pada tingkat tertinggi dengan seluruh tenaganya. Melihat gardaka menyiapkan jurus pamungkasnya, adinatapun memusatkan dirinya untuk menggunakan jurus sengatan listrik gunung api purba yang baru dikuasainya.

Gardakapun meloncat menyerang adinata seolah-olah seperti kalajengking yang akan menyengat lawannya, namun adinata sudah siap, ia segera balas menyerang dengan menggunakan sengatan listrik gunung api purba. Dan akibatnya sungguh dahsyat, dua kekuatan berbenturan diudara dan ternyata gardaka masih kalah ilmu jika dibandingkan adinata. Gardaka terlempar surut kebelakang dengan dada terbakar dan membekas seperti cakar harimau. Gardakapun pingsan seketika. Namun tiba-tiba munculah sekelebat bayangan orangtua memakai baju serba hitam menyambarnya dan membawa pergi dengan sangat cepat. Melihat hal tersebut adinata tidak berusaha untuk mengejarnya.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com