Sayembara mencari jodoh (Bagian 7)

"Ha ha ha, ternyata ada dua orang yang bening disini, sayang kalau harus ku kirim keneraka, lebih baik aku jadikan perempuan penghibur saja" kata gardaka. "Kurang ajar kau gardaka, mulutmu sangat kotor" teriak ki bangor dengan penuh kemarahan. "Hmm, lebih baik aku jadikan sumber uang saja, lumayan, ada pemasukkan" kata gardaka sambil mencolek pipi maheswari dan ambarwati. "Awas kamu gardaka, aku pasti akan membalasmu" kata ki bangor dengan marah. Adinata sangat marah melihat gardaka mencolek ambarwati. Iapun segera meloncat masuk ke gelanggang pertandingan.

"Kurang ajar sekali kamu gardaka, berani melecehkan calon istriku nimas ambarwati, apakah kamu sdah bosan hidup" kata adinata. "Ha ha ha, siapa lagi ini cecunguk kecil, tidak usah ikut campur, atau kamu mau kumatikkan sekarang juga" kata gardaka dengan pongahnya. "Kita buktikan saja, siapa yang jauh lebih hebat, kamu atau aku" jawab adinata dengan tenang. "Hmm, kamu percaya diri sekali anak muda, siapakah namamu?" tanya gardaka. "Baiklah, biar kamu tidak mati penasaran, namaku adinata, dari perguruan lereng merapi" jawab adinata. "Hmm, kamukah pendekar harimau muda dari lereng merapi, nama besarmu sudah sangat terkenal di wilayah mataram. tapi aku sama sekali tidak takut, aku tidak akan segan-segan lagi untuk menghajarmu" kata gardaka. Sebenarnya dalam hatinya, ia sedikit cemas. Ia tidak yakin dapat mengalahkan adinata, pendekar berjuluk harimau muda merapi. Namun semuanya sudah terlambat. Ia malu untuk mengundurkan diri dari gelangangg pertandingan.

Gardaka segera memusatkan diri untuk menggunakan jurus sengatan kalajengking. Iapun langsung menggandakan diri menjadi tiga orang. "Bersiaplah kamu adinata" kata gardaka. "Ha ha ha, cuma itu kemampuanmu gardaka, perhatikan aku baik-baik" kata adinata. Iapun segera memusatkan diri. Ia mempersiapkan diri untuk menggunakan jurus bayangan. Tidak berapa lama kemudian adinata telah seolah-olah membelah diri menjadi 7 orang. Para penonton pertandinganpun menjadi terkagum-kagum melihatnya. Luar biasa sekali pendekar dari lereng merapi ini.

"Hati-hati kakang, dia pandai menggunakan beragam jenis racun" teriak ambarwati. "Iya nimas, kakang akan berhati-hati" jawab adinata. Maheswaripun melirik ambarwati. "Oh, ternyata kakang adinata sudah mempunyai calon istri, beruntung sekali dia" batin maheswari sedikit iri atas keberuntungan ambarwati. "Gunakan sarung tangan yang aku berikkan kepadamu adinata, aku ingin melihat kamu memakainya" kata nini wilis. "Baiklah nini, sesuai permintaanmu" jawab adinata seraya menggunakan sarung tangan pemberian nini wilis. "Karena posisi adinata, sudah dalam kondisi siap tempur, maka sarung tangan itu yang semula nampak seperti sarung tangan biasa berubah menjadi seperti zirah yang dipakai di tangan dan kelihatan sangat gagah sekali.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com