Mengungsi ke Ledok Sambi (Bagian 4)

Kedua orangtua Adinata sangat senang dan bahagia putra kebanggaannya datang. Mereka berdua sedikit heran karena Adinata datang bersama dua orang yang sangat cantik dan juga dua orang yang mirip pengasuh. "Perkenalkan Bopo dan Biyung, ini nimas Ambarwati, nimas Maheswari dan ini paman gembul dan bi lastri yang sudah kami anggap seperti keluarga sendiri" Adinata memperkenalkan anggota rombongannya. "Oh, begitu ngger, sudahlah, masuklah kalian semua, tentu kalian lelah, bersih-bersihlah dahulu, nanti terus kita makan bersama, biyungmu sudah masak banyak makanan untuk menyambut kedatangan kalian" jawab Ki Paramudya, bopo dari Adinata.

Setelah mandi dan beristirahat, Ki Paramudya dan Nini Darminah biyung dari Adinata segera menjamu para tamunya. Di meja makan telah terhidang nasi putih yang masih hangat ditemani sayur gudek, sayur tempe krecek, sego gudangan, trancam sayuran, jadah dan wajik khas merapi. Lauknya juga sangat lengkap ada ayam goreng, ayam bakar, gurami bakar, nila goreng, wader goreng dan masih banyak lagi. Minumannya juga tidak kalah nikmat, ada teh nasgitel (panas, legi, kentel), wedang jahe, wedang kopi.  "Mari silahkan dinikmati sepuasnya, Nini sengaja masak banyak untuk kalian" kata Ki Paramudya mempersilahkan tamunya.

Setelah selesai makan malam Adinata segera meminta ijin kepada kedua orangtuanya untuk pergi menuju perguruan lereng merapi. "Bopo, ananda minta ijin untuk malam ini juga menuju ke perguruan lereng merapi, karena terus terang saya sangat mengkhawatirkan keadaan mereka, karena sewaktu perjalanan kesini saya lihat banyak burung dan monyet turun ke bawah, saya khawatir gunung merapi akan meletus dalam waktu dekat". "Baiklah ngger, hati-hatilah, doaku selalu menyertaimu. Tolong sampaikan salamku kepada gurumu, dan sampaikan juga bahwa kami warga pedukuhan sambi bersedia menampung mereka untuk sementara sampai gunung merapi reda kembali" jawab Ki Paramudya. "Terimakasih bopo, nanti pesan bopo akan saya sampaikan pada guru saya" jawab Adinata. "Saya ikut ya den nata, saya juga kan murid dari perguruan lereng merapi, saya juga ingin membantu sebisa mungkin" kata paman gembul ingin ikut. "Boleh paman, untuk nimas ambarwati,nimas maheswari dan bi lastri, tinggal disini saja dulu ya, biarlah kami para lelaki yang menuju kesana" kata Adinata. "Baiklah kakang, kami akan menunggu di sini, tapi nanti sekiranya butuh bantuan, kami bersedia membantu" kata Ambarwati.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com