Mengungsi ke Ledok Sambi (Bagian 5)

Adinata dan paman gembul segera bergegas menuju padepokan di lereng merapi. Karena jaraknya yang tidak begitu jauh sekitar satu jam kemudian sampailah mereka berdua di padepokan. Saat itu Ki Satya kelihatan sedang duduk kelelahan di pendopo padepokan. "Assalamualaikum guru, apa kabar, semoga kabar baik adanya" sapa Adinata. "Walaikumsalam, Oh, Ngger anakku, kamu kemana saja, gurumu ini sudah sangat kangen sama kamu" jawab Ki Satya. "Ceritanya panjang guru, nanti akan saya ceritakan panjang lebar, tapi yang terpenting sekarang, bagaimana keadaan padepokan sekarang?" tanya Adinata. "Sebenarnya keadaan padepokan baik-baik saja, namun sebetulnya seluruh warga padepokan sedang dilanda kecemasan, karena akhir-akhir ini sering terdengar bunyi gemuruh dari kawah gunung merapi, sepertinya akan meletus ngger, kami jadi tidak tenang" Ki Satya menjelaskan. "Oh begitu masalahnya, saya sebenarnya ada jalan untuk memecahkan persoalan ini, tentunya kalau guru setuju" kata Adinata. "Apakah itu ngger, semoga bisa memecahkan persoalan yang sedang dihadapi disini?" tanya Ki Satya. "Kalau guru tidak berkeberatan, seluruh warga padepokan bisa mengungsi sementara di Ledok Sambi, disana ada tempat yang lapang untuk mendirikan tenda perkemahan sementar" jawab Adinata. "Bagus sekali usulmu ngger, tapi masalah makan minumnya bagaimana, kita sebenarnya mempunyai bahan makanan dan minuman, tapi sepertinya terbatas?" tanya Ki Satya lagi. "Tenang guru, masalah itu sudah saya pikirkan, yang penting kita kesana dulu" kata Adinata. "Baiklah saya setuju dengan usulmu ngger, malam ini biar semua warga padepokan bersiap-siap untuk mengungsi, kita pergi mengungsi besok". "Ngomong-ngomong ini siapa ya, kok saya belum kenal?" tanya Ki Satya. "Oh ini paman gembul, yang sering membantu saya guru, katanya ia ingin sekali menjadi murid padepokan lereng merapi, dan mohon maaf sebelumnya guru, saya sudah lancang, ia sudah belajar beberapa jurus ciri khas perguruan kita" kata adinata. "Tidak apa-apa ngger, saya percaya kepadamu, karena akmulah calon penerus padepokan lereng merapi ini". "Perkenalkan saya gembul, ijinkan saya jadi muridmu guru" kata paman gembul memperkenalkan diri sambil mencium telapak tangan Ki Satya. "Kamu saya terima jadi murid padepokan lereng merapi gembul, ikuti semua nasihat dari ngger adinata, karena dialah calon pemimpin di padepokan ini" nasihat ki satya. "Baiklah guru, semua nasihat guru akan saya laksanakan" jawab paman gembul mantap.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com