Sayembara mencari jodoh (Bagian 5)

Maheswari masih termangu-mangu melihat kematian ki pasisiran ditangannya. Tiba-tiba meloncatlah seseorang dari gerombolan pendekar dunia hitam tersebut memasuki gelanggang pertandingan. "Kurang ajar kau anak tidak tahu diuntung, lihatlah apa yang akan aku perbuat untuk membalas perbuatanmu" kata orang tersebut. "Siapakah kamu kisanak, aku membunuh karena aku terpaksa dan sangat terhina?" tanya maheswari. "Namaku Gardaka, aku akan mempermalukanmu ditempat ini" jawab gardaka dengan penuh kemarahan. Tanpa basa-basi lagi gardaka langsung menyerang maheswari dengan ganasnya. Dengan jurus capit kepiting merah, gardaka berusaha mempermalukan gardapati dengan cara merobek-robek bajunya. Maheswaripun tidak mampu berbuat banyak. Ternyata ilmu gardaka jauh lebih tinggi daripada ki pasisiran. 

Maheswaripun meloncat mundur. Bajunya sudah sobek disana-sini dan memperlihatkan kemolekan tubuhnya. Iapun mempersiapkan diri untuk mengeluarkan jurus puncaknya jurus penghisap jiwa. Mengetahui hal ini gardakapun sama sekali tidak takut. Dengan secepat kilat ia mengambil serbuk dari kantung bajunya dan dilemparkan kearah maheswari. Dan akibatnya sungguh mengagetkan. Maheswari yang sedang bersiap-siap mengeluarkan jurus pamungkasnya tersebut menjadi lemas tidak bertenaga.

Mengetahui hal tersebut ki bangor menjadi sangat marah, ia lalu melompat masuk ke gelanggang pertandingan. "Kurang ajar, apa yang kamu lakukan terhadap anak kesayanganku?" tanya ki bangor dengan suara keras dan parau menahan amarah. "Tenanglah ki bangor, aku hanya membuatnya lemas saja, ha ha ha" tawa gardaka dengan suara yang mengerikan. "Hmm, kurang ajar sekali kau, bersiaplah menemui adikmu dineraka" kata ki bangor. "Kurang ajar kamu bangor, akan kumatikan kau" teriak gardaka penuh amarah.

"Mbok narsih, tolong kamu ganti pakaian maheswari, biar aku menghajar orang tidak tau adat ini" kata ki bangor. "Baik tuan" kata seorang wanita tua pengasuh maheswari. Mbok narsih kemudian membawa maheswari masuk kedalam rumah untuk diganti pakaiannya dengan baju yang baru. Adinatapun sedikit lega melihat maheswari telah dibawa masuk kedalam rumah untuk berganti pakaian. "Kira-kira siapa yang akan menang ya den, ki bangor ataukah gardaka?" tanya paman gembul. "Tidak tahu paman, mari kita lihat saja perkembangannya" jawab adinata.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com