Tantangan pendekar Andalas (Bagian 3)

Tidak berapa lama kemudian datang seorang yang ibu-ibu masih muda dan ayu mendekati meja mereka. "Mau pesan apa den ayu?" tanya mbok Gandes pemilik warung. "Disini ada menu apa saja mbakyu?" tanya Ambarwati dengan ramah. "Disini yang paling laris nasi sayur lodeh dengan ikan asin, tapi ada juga menu lainnya pepes ikan gurami, sego gudangan, sayur nangka, ayam goreng dan ayam bakar dengan sambel terasi. "Wah lengkap sekali, kami pesan semuanya, kebetulan kami sangat lapar, untuk minumnya kami pesan teh anget sama wedang jahe" kata Ambarwati. "Asyik, Den Ayu memang paling memahamiku" kata paman gembul riang. "Memangnya aku tidak memahamimu" kata Nyi Lastri pura-pura ngambek. "Ha ha ha tentu tidak sayang, kamu tentu saja yang paling mengerti aku" kata paman gembul menghibur istrinya. Adinata, ambarwati dan maheswaripun tertawa sambil geleng-geleng kepala.

Tidak berapa lama kemudian hidangan telah tersedia di atas meja. Adinata dan rombongan segera menikmati hidangan dengan lahapnya sambil sedikit bersenda gurau.  "Nimas Maheswari, makanlah yang banyak, kenapa malah melamun?" tanya Ambarwati kepada Maheswari. "Iya Nimas, kenapa kamu jadi sedih, apa ada yang kamu pikirkan" tanya Adinata turut heran dengan perilaku maheswari. " Tidak apa-apa kakang, mbakyu, aku cuma sedikit teringat keluargaku di rumah, kami sering makan bersama-sama sambil bersenda gurau mereka pasti kangen sama aku" jawab Maheswari. "Oh, begitu ya, kamu kan baru pertama kali ini pergi dari rumah, jangan khawatir pasti suatu saat nanti kamu ketemu orang tuamu, Kakang Adinata pasti minta doa restu keorangtuamu untuk menikahimu" kata Ambarwati menenangkan. "Ah, itu kan masih lama" kata maheswari sambil tersipu malu. "Semoga saja bisa cepat, nanti setelah kakang Adinata menikahiku aku akan segera memintanya untuk menikahimu juga" bisik Ambarwati ke Maheswari. "Terimakasih mbakyu" jawab Maheswari tenang. "Kalian sedang membicarakan apa sih, aku jadi penasaran?" tanya Adinata. "Maaf kakang, ini pembicaraan emak-emak" jawab Ambarwati. "Ya, sudah aku makan saja. Mari paman gembul dihabiskan saja, mubadzir kalau tidak habis" kata Adinata. "Beres Den Nata, semuanya pasti saya sikat" jawab paman gembul bersemangat.

"Kang ardi kamu besok mau menonton pertandingan di bukit Klangon tidak?" kata seorang pria yang juga tamu di warung makan mbok gandes. "Memangnya di bukit klangon akan ada pertarungan apa adi tejo" tanya kawannya. "Tadi kan beberapa pendekar dari Andalas bilang mau menantang murid padepokan lereng merapi yang berjuluk harimau muda, mereka sangat penasaran dengan kehebatannya dan ingin mengajak lawan tanding" jawab Tejo. "Terus terang aku sangat tertarik, aku pasti akan berusaha untuk tidak melewatkannya, kapan waktunya?" tanya Ardi. "Sekarang belum ada kepastian, kita tunggu saja, nanti pasti ada kabar, soalnya mereka bilang pertarungannya ingin disaksikan banyak orang" jawab Tejo.

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com