Tantangan pendekar Andalas (Bagian 7)

Di hari berikutnya undangan segera disebar. Beberapa tokoh dunia persilatan diundang untuk menghadiri pengukuhan Adinata sebagai pemimpin perguruan silat harimau merapi. Ki Adanu pemimpin perguruan silat Tebing Breksi yang juga guru dari Ambarwati, Ki Gede Aryaguna yang juga merupakan orangtua dari Ambarwati, Ki Bangor dari Pantai Watukodok yang juga orangtua dari maheswari, Kakek darma dan nini wilis dari gunung api purba nglanggeran, Tumenggung Sadawira dan Senopati Puspanidra dari kerajaan Mataram, dan masih banyak lagi undangan yang lain.

Ambarwati dan Maheswari gembira sekali orangtuanya akan ikut datang menghadiri pengukuhan Adinata sebagai pemimpin perguruan silat harimau merapi. Mereka sudah sangat kangen sekali dengan kedua orangtua masing-masing. Ambarwati dan Maheswari juga sangat bangga dengan calon suaminya yang meskipun masih muda, sudah banyak menguasai ilmu silat tingkat tinggi dan menjadi pemimpin perguruan.

Sore harinya, datanglah Datuk Rajo Awan dan Dubalang Mudo beserta para pengikutnya dengan naik kuda. Ki Satya dan Adinata menyambutnya di depan padepokan. Datuk Rajo Awan dan dubalang mudo beserta pengikutnya segera bergegas turun dari kuda. "Selamat datang tuan, ada apakah gerangan tuan sudi kemari?" tanya Ki Satya.

"Langsung saja kisanak, kami mau menanyakan kepastian tentang adu kesaktian antara perguruan kami Harimau Kerinci melawan Adinata yang berjuluk harimau muda dari Merapi" jawab Datuk Rajo Awan singkat dan lugas. "Baiklah tuan, kalau masalah itu biarlah Annger Adinata yang menjawabnya, ia sekarang menjadi pemimpin perguruan silat harimau merapi meneruskan kepemimpinanku" jawab Ki Satya. "Bagaimana jawabanmu Ngger Adinata" tanya Ki Satya.

"Baiklah kakek guru akan saya jawab tantangan dari perguruan silat harimau kerinci" jawab Adinata. "Bagaimana kepastiannya anak muda, apakah kamu sanggup adu kesaktian dengan kami atau kamu menyerah saja dan mengakui kekalahan?" tanya datuk rajo awan sedikit meremehkan kemampuan Adinata. "Baiklah tuan, saya selaku pemimpin perguruan silat harimau merapi dengan doa restu dari kakek guru menyanggupi untuk menerima tantangan dari perguruan silat harimau kerinci" jawab Adinata mantap.

"Bagus sekali anak muda, terus kapan pertandingan akan dilaksanakan?" tanya datuk rajo awan tidak sabar. "Pertandingan akan dilaksanakan pada saat malam bulan purnama kira-kira empat pekan dari sekarang di puncak bukit klangon" kata Adinata. "Baiklah kami setuju dan kami mohon pamit untuk mempersiapkan diri" jawab datuk rajo awan. "Kenapa terburu-buru tuan, mampirlah dulu istirahat di pendopo padepokan" kata  ki satya menawarkan diri. "Terimakasih kisanak, tapi maafkan, kami sudah ada janji untuk bertemu kawan lama di bumi mataram ini" jawan datuk rajo awan. 'Baiklah kalau begitu, selamat jalan, kita ketemu lagi di puncak bukit klangon pada malam bulan purnama". Datuk rajo awan hanya mengangguk dan bergegas menaiki kuda untuk kembali ke penginapan di dusun girpasang.

Bersambung


0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com