Tantangan pendekar Andalas (Bagian 6)

Tidak berapa lama kemudian sepeninggal rombongan dari Andalas, Adinata beserta ambarwati dan maheswari dengan diikuti dua abdi kinasihnya paman gembul dan nyi lastri. Adinata segera bergegas menemui Ki Satya di pendopo padepokan sedangkan yang lain masuk ke dalam padepokan untuk membantu Nini Satya memasak di dapur. Kebetulan selain Ki Satya, ada empat adik seperguruan Adinata yang lain yaitu Bhadrika, Nismara, Wilalung dan Indraswari. "Ngger Adinata, ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepadamu, hari ini datang rombongan pendekar dari Andalas ingin menantangmu bertarung" berkata Ki Satya. "Iya guru, tadi saya sudah mendengar ceritanya di warung nasi di daerah Turi" jawab Adinata. "Syukurlah kalau kamu sudah tahu, sebenarnya selain hal itu ada lagi hal yang lebih penting yang ingin aku sampaikan kepada Ngger Adinata dan yang lain" kata Ki Satya lagi.

"Ada apakah guru, kami jadi khawatir?" tanya Adinata mewakili adik seperguruannya. "Ngger Adinata, Saya rasa sudah tiba waktunya kamu meneruskan menjadi pemimpin padepokan lereng merapi ini, usiaku sudah semakin tua, sudah saatnya yang tua ini memberi kesempatan yang lebih muda, bagaimana Bhadrika, Nismara, Wilalung dan Indraswari, apakah kalian setuju dengan pendapatku?" tanya Ki Satya kepada adik seperguruan Adinata. "Kami sangat setuju, apalagi kakang adinata berilmu tinggi dan bijaksana, dia sangat pantas menjadi pemimpin padepokan" jawab Bhadrika mewakili adik-adik seperguruannya yang lain. 

"Bagaimana Adinata, apakah kamu bersedia meneruskan menjadi pemimpin padepokan lereng merapi ini?" tanya Ki Satya. "Baiklah guru, kalau semua setuju saya bersedia, dan saya sanggup untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya" jawab Adinata mantap. :"Bagus sekali ngger" kata Ki Satya sambil menepuk-nepuk punggung adinata dengan bangga. "Tapi ada satu permintaanku guru?" kata Adinata. "Apakah itu nak, jika bukan permintaan yang sulit pasti akan aku kabulkan" kata Ki Satya. "Guru tetap harus membimbing kami dan menjadi kakek guru bagi murid-murid padepokan lereng merapi" kata Adinata. "Baiklah Ngger Adinata, aku sanggup jadi kakek guru bagi kalian" jawab Ki Satya mantap. 

"Oh ya kakek guru, bolehkah nama perguruan lereng merapi ini aku rubah jadi perguruan harimau merapi?" tanya Adinata. "Boleh sekali, kamu kan sekarang sudah menjadi pemimpin padepokan jadi kamu berhak mengganti nama sepanjang itu memang menjadi ciri khas perguruan kita" balas Ki Satya. "Terimakasih kakek guru" kata Adinata senang. "dua pekan dari sekarang kita buat acara yang meriah untuk merayakan pengangkatanmu menjadi pemimpin perguruan harimau merapi, kita undang beberapa tokoh dunia persilatan yang ada di wilayah Mataram" kata Ki Satya yang kini menjadi kakek guru. "Baiklah, saya mewakili saudara seperguruan yang lain setuju dengan pendapat kakek guru" berkata Adinata dengan tegas dan mantap.

Bersambung


0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Cerita Silat Harimau Merapi | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com